alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Belum Berencana Naikkan Harga Tiket Wisata yang Dikelola Pemkab Pasuruan

GRATI, Radar Bromo – Target retribusi untuk tempat wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan terus naik. Namun, sampai pertengahan November ini, Pemkab setempat belum berencana menaikkan harga tiket masuk.

Gunawan Wicaksono, sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, tiket tempat wisata yang dikelola oleh Pemkab Pasuruan berdasarkan peraturan daerah (perda). Sehingga, jika harus menaikkan tiket, maka harus mengubah perda dan harus diusulkan dalam pembahasan perubahan perda. “Sampai saat ini, belum ada rencana mengubah perda,” terangnya.

Dijelaskan bahwa tiket masuk ditetapkan oleh Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Kendati memang harga tiket memang cukup lebih rendah dibandingkan tempat wisata sejenis di tempat lain. Namun, besarnya tiket tersebut memang melihat kondisi situasi masyarakat Kabupaten Pasuruan.

“Kami melihat juga agar seluruh lapisan masyarakat bisa masuk. Karena itu, besaran tiket memang dibuat terjangkau,” terangnya.

Untuk tiket wisata di Pemandian Banyu Biru misalnya, masih sebesar Rp 5 ribu per orang. Sedangkan Ranu Grati hanya Rp 2.500 per orangnya. Baru 2018 lalu dibuka juga tiket ke Tosari, yang ditetapkan Rp 5 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 10 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Gunawan mengatakan, sejak 2016 harga tiket wisata memang belum dinaikkan. “Sehingga, kendati target retribusi terus naik, namun selama ini memang terdongkrak dari jumlah pengunjung yang datang,” terangnya.

Kendati begitu, realisasi retribusi tempat wisata terus ditarget naik, dari tahun 2016 ditargetkan Rp 575 juta, 2017 ditarget Rp 700 juta, dan tahun 2018 lalu ditarget Rp 800 juta. Sedangkan tahun 2019 ini dari awal target Rp 800 juta, dalam P-APBD naik menjadi Rp 950 juta. (eka/mie)

GRATI, Radar Bromo – Target retribusi untuk tempat wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan terus naik. Namun, sampai pertengahan November ini, Pemkab setempat belum berencana menaikkan harga tiket masuk.

Gunawan Wicaksono, sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, tiket tempat wisata yang dikelola oleh Pemkab Pasuruan berdasarkan peraturan daerah (perda). Sehingga, jika harus menaikkan tiket, maka harus mengubah perda dan harus diusulkan dalam pembahasan perubahan perda. “Sampai saat ini, belum ada rencana mengubah perda,” terangnya.

Dijelaskan bahwa tiket masuk ditetapkan oleh Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Kendati memang harga tiket memang cukup lebih rendah dibandingkan tempat wisata sejenis di tempat lain. Namun, besarnya tiket tersebut memang melihat kondisi situasi masyarakat Kabupaten Pasuruan.

“Kami melihat juga agar seluruh lapisan masyarakat bisa masuk. Karena itu, besaran tiket memang dibuat terjangkau,” terangnya.

Untuk tiket wisata di Pemandian Banyu Biru misalnya, masih sebesar Rp 5 ribu per orang. Sedangkan Ranu Grati hanya Rp 2.500 per orangnya. Baru 2018 lalu dibuka juga tiket ke Tosari, yang ditetapkan Rp 5 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 10 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Gunawan mengatakan, sejak 2016 harga tiket wisata memang belum dinaikkan. “Sehingga, kendati target retribusi terus naik, namun selama ini memang terdongkrak dari jumlah pengunjung yang datang,” terangnya.

Kendati begitu, realisasi retribusi tempat wisata terus ditarget naik, dari tahun 2016 ditargetkan Rp 575 juta, 2017 ditarget Rp 700 juta, dan tahun 2018 lalu ditarget Rp 800 juta. Sedangkan tahun 2019 ini dari awal target Rp 800 juta, dalam P-APBD naik menjadi Rp 950 juta. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/