alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Waspadai Polarisasi, Larang Dukungan Atas Namakan Muhammadiyah

MAYANGAN – Memanasnya konstelasi politik jelang Pilpres 2019 maupun Pileg 2019 di akar rumput, rawan menimbulkan gesekan antaranak bangsa. Bahkan, antarumat beragama. Terlebih, pendidikan politik yang ditunjukkan elit politik, tidak mencerminkan kesantunan dalam kehidupan berdemokrasi.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam taushiyah-nya di hadapan ratusan warga Muhammadiyah, Minggu (13/1). “Ada sejumlah polarisasi yang muncul menjelang pilpres dan ini sangat jauh dari nilai-nilai demokrasi,” terangnya.

Di antaranya, muslim dengan nonmuslim, modernis dengan tradisionalis, moderat dengan radikal, Jawa dengan non-Jawa, pribumi dengan nonpribumi, laki-laki dengan perempuan, pusat dengan daerah. Polarisasi semacam ini, menurut pria yang akrab disapa Mu’ti itu, rentan menimbulkan masalah.

“Soal muslim dengan nonmuslim misalnya. Ada yang mengklaim paling didukung umat Islam,” ujar pria kelahiran Kudus, 50 tahun yang lalu itu.

Mu’ti lantas mencontohkan peristiwa di Kabupaten Bone Bolangi, Provinsi Gorontalo. Dimana ada makam yang dibongkar gara-gara beda pilihan caleg.

Alumnus Flinders University, South Australia, ini mengatakan, polarisasi politik yang muncul saat ini juga memberikan andil atas merebaknya berita bohong. Sementara, publik terlihat masih gagap dalam menanggapi informasi. Masyarakat menelan mentah-mentah berita yang mereka dapat, tanpa berusaha mencari tahu kebenarannya.

Karena itu, ia berpesan agar elit hingga masyarakat awam lebih mendahulukan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi dan golongan. “Pemilu itu hanya sarana. Jangan sampai pemilu kemudian membuat umat tercerai berai,” jelasnya.

Ia juga berpesan, siapapun warga Muhammadiyah yang terjun di politik, untuk tidak mengatasnamakan Muhammadiyah. “Sampai kapan pun Muhammadiyah tetap netral. Tapi, kader Muhammadiyah tidak dilarang untuk berpartisipasi dalam politik praktis,” tegasnya.

Kedatangan Mu’ti ke Kota Probolinggo ini untuk meresmikan Gedung Nyai Walidah yang ada di Jl. Panjaitan 51 Probolinggo. Mu’ti memuji kerja keras warga dan simpatisan Muhammadiyah merealisasikan gedung tersebut. (put/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.