alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

9 Bulan Tangkapan Nelayan di Kab Pasuruan Capai 19.373 Ton

BANGIL, Radar Bromo – Sampai kuartal ketiga atau akhir September lalu, hasil tangkapan ikan nelayan di perairan laut Kabupaten Pasuruan mencapai 19.373 ton. Jumlah ini sudah mencapai 87,93 persen dari target yang ditetapkan sampai akhir tahun mencapai 22.032 ton.

Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, hasil tangkapan ikan sampai akhir September itu sudah cukup bagus. Bahkan, kendati masih kurang 3 bulan, namun persentase sudah mencapai 87 persen dari target yang ditetapkan hingga 22 ribu ton.

“Tangkapan banyak terdongkrak mulai bulan ketiga setelah akhir musim hujan. Termasuk, pada peralihan musim dan musim kemarau kemaarin,” terangnya.

Tingginya tangkapan mulai terasa pada Maret–Mei lalu. Hal itu dipengaruhi ada angin muson timur yang membuat tangkapan ikan lebih tinggi. Hasil tangkapan ikan yang paling banyak adalah ikan kembung dan rajungan.

Sedangkan saat Juni–Juli juga cukup tinggi, rata-rata hingga 2 ribu ton. “Dari 19.373 ton ini bila dirupiahkan mencapai Rp 256,576 juta,” terangnya.

Dengan tingginya jumlah tangkapan ikan, pemerintah daerah juga harus turut mempertahankan SDA ikan di lautan. Salah satunya dengan menjaga ekosistem laut dengan melarang nelayan menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

“Memang setelah ada pelarangan alat tangkap tidak ramah lingkungan, hasil tangkapan produksi ikan juga lebih baik. Tercatat dalam 2 tahun terakhir ini, hasil produksi ikan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Sampai kuartal ketiga atau akhir September lalu, hasil tangkapan ikan nelayan di perairan laut Kabupaten Pasuruan mencapai 19.373 ton. Jumlah ini sudah mencapai 87,93 persen dari target yang ditetapkan sampai akhir tahun mencapai 22.032 ton.

Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, hasil tangkapan ikan sampai akhir September itu sudah cukup bagus. Bahkan, kendati masih kurang 3 bulan, namun persentase sudah mencapai 87 persen dari target yang ditetapkan hingga 22 ribu ton.

“Tangkapan banyak terdongkrak mulai bulan ketiga setelah akhir musim hujan. Termasuk, pada peralihan musim dan musim kemarau kemaarin,” terangnya.

Tingginya tangkapan mulai terasa pada Maret–Mei lalu. Hal itu dipengaruhi ada angin muson timur yang membuat tangkapan ikan lebih tinggi. Hasil tangkapan ikan yang paling banyak adalah ikan kembung dan rajungan.

Sedangkan saat Juni–Juli juga cukup tinggi, rata-rata hingga 2 ribu ton. “Dari 19.373 ton ini bila dirupiahkan mencapai Rp 256,576 juta,” terangnya.

Dengan tingginya jumlah tangkapan ikan, pemerintah daerah juga harus turut mempertahankan SDA ikan di lautan. Salah satunya dengan menjaga ekosistem laut dengan melarang nelayan menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

“Memang setelah ada pelarangan alat tangkap tidak ramah lingkungan, hasil tangkapan produksi ikan juga lebih baik. Tercatat dalam 2 tahun terakhir ini, hasil produksi ikan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/