alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dinkes Gelar Talk Show Pemberdayaan Penggerak Gizi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada warga. Salah satunya dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) penggerak gizi. Karenanya, Selasa ini (13/11) Dinkes menggelar Talk Show Pemberdayaan Penggerak Gizi.

Acara ini akan dihelat mulai pukul 08.00 di Gedung Unit Pelayanan Terpadu Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (UPT P2SKP), Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. ada 125 peserta yang dijadwalkan mengikuti kegiatan ini.

Mereka akan mendapatkan tambahan pengetahuan dari Direktur Akademi Gizi Surabaya Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes. dan Edy Suroso, S.KM. dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. “Salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan SDM penggerak gizi di Kota Probolinggo,” ujar Kasi Kesehatan Keluarga Dinkes Kota Probolinggo Utami Putri Pertiwi.

Menurutnya, peningkatan SDM penggerak gizi ini perlu dilakukan untuk meningkatkan akurasi data dan mewujudkan Kota Probolinggo bebas stunting. “Dari kajian Kementerian Kesehatan, di Kota Probolinggo ada 30 persen balita yang mengalami stunting atau balita dengan tinggi badan rendah. Namun, dari pengukuran petugas kesehatan Kota Probolinggo, hasilnya jauh lebih rendah, hanya 12 persen,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, menurut Utami, Dinkes berinisiatif melatih kembali petugas kesehatan. Terutama mereka yang bergerak dalam masalah gizi. “Mereka dilatih untuk melakukan penimbangan dan pengukuran balita yang benar. Sehingga, data gizi balita yang diukur bisa akurat,” ujarnya. (put/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada warga. Salah satunya dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) penggerak gizi. Karenanya, Selasa ini (13/11) Dinkes menggelar Talk Show Pemberdayaan Penggerak Gizi.

Acara ini akan dihelat mulai pukul 08.00 di Gedung Unit Pelayanan Terpadu Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (UPT P2SKP), Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. ada 125 peserta yang dijadwalkan mengikuti kegiatan ini.

Mereka akan mendapatkan tambahan pengetahuan dari Direktur Akademi Gizi Surabaya Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes. dan Edy Suroso, S.KM. dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. “Salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan SDM penggerak gizi di Kota Probolinggo,” ujar Kasi Kesehatan Keluarga Dinkes Kota Probolinggo Utami Putri Pertiwi.

Mobile_AP_Half Page

Menurutnya, peningkatan SDM penggerak gizi ini perlu dilakukan untuk meningkatkan akurasi data dan mewujudkan Kota Probolinggo bebas stunting. “Dari kajian Kementerian Kesehatan, di Kota Probolinggo ada 30 persen balita yang mengalami stunting atau balita dengan tinggi badan rendah. Namun, dari pengukuran petugas kesehatan Kota Probolinggo, hasilnya jauh lebih rendah, hanya 12 persen,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, menurut Utami, Dinkes berinisiatif melatih kembali petugas kesehatan. Terutama mereka yang bergerak dalam masalah gizi. “Mereka dilatih untuk melakukan penimbangan dan pengukuran balita yang benar. Sehingga, data gizi balita yang diukur bisa akurat,” ujarnya. (put/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2