alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Awal Ramadan, Harga Sapi di Probolinggo Naik hingga Rp 1 Juta per Ekor

KRAKSAAN – Memasuki Ramadan 1440 Hijriah, harga sapi di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Probolinggo makin mahal. Diprediksi ini terjadi karena mulai banyaknya permintaan daging sapi di pasaran. Harga jual sapi ada kenaikan harga hingga Rp 1 juta per ekor.

Seperti di pasar hewan Kecamatan Maron. Di pasar ini harga sapi per ekor meningkat. Sapi yang semula hanya Rp 10 juta, kini bisa mencapai Rp 11 juta. Namun, harga setiap sapi tidak sama, tergantung ukurannya. Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini terjadi sejak beberapa hari terakhir selama Ramadan.

Salah seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Maron, Rifa’i mengatakan, kenaikan harga sapi karena puasa sudah sepekan. Ia memprediksi harga ini akan terus meningkat hingga menjelang Lebaran. “Permintaan mulai tinggi. Sudah sering itu terjadi kalau pertengahan puasa. Apalagi nanti ketika mendekati Lebaran. Ini kenaikan masih 25 persen dari harga sapi semula,” ujarnya.

Rifa’i mengatakan, pada Ramadan tahun kemarin, harganya tidak sama dengan tahun ini. Menurutnya, kenaikan harga sapi anakan dan indukan merata. “Ini kenaikannya rata. Antara yang kecil dan yang besar sama saja,” ujarnya.

Tahun lalu, kenaikan harga sapi anakan dan indukan masih ada selisih. Lebih mahal sapi indukan. Sepertinya, kata Rifa’i, tahun ini permintaan semakin meningkat. Meski baru sepekan masuk Ramadan, permintaannya sudah meningkat.

Ia menyakini, semakin mendekati Lebaran, permintaan sapi akan semakin tinggi. Karena untuk daging sapi menjadi kebutuhan masyarakat ketika memasuki Hari Raya Idul Fitri. “Kenaikan harga ini terjadi di setiap pasar hewan di Kabupaten Probolinggo. Seperti, di pasar sapi Bucor, Besuk, dan pasar sapi Kotaanyar. Semua sama naik,” ujarnya.

Naiknya harga sapi disambut positif sejumlah peternak. Seperti disampaikan salah seorang pemilik sapi asal Kotaanyar, Wicaksono. Katanya, warga banyak yang menjual sapi karena kini harganya makin mahal. “Untuk kebutuhan Lebaran. Kalau punya saya nanti saja kalau sudah sedikit naik lagi,” ujarnya.

Terkait naiknya harga sapi ini, Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo. Namun, dihubungi melalui selulernya Kabid Pembibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo Amir Syarifuddin, tadi malam tidak merespons. (sid/rud)

KRAKSAAN – Memasuki Ramadan 1440 Hijriah, harga sapi di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Probolinggo makin mahal. Diprediksi ini terjadi karena mulai banyaknya permintaan daging sapi di pasaran. Harga jual sapi ada kenaikan harga hingga Rp 1 juta per ekor.

Seperti di pasar hewan Kecamatan Maron. Di pasar ini harga sapi per ekor meningkat. Sapi yang semula hanya Rp 10 juta, kini bisa mencapai Rp 11 juta. Namun, harga setiap sapi tidak sama, tergantung ukurannya. Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini terjadi sejak beberapa hari terakhir selama Ramadan.

Salah seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Maron, Rifa’i mengatakan, kenaikan harga sapi karena puasa sudah sepekan. Ia memprediksi harga ini akan terus meningkat hingga menjelang Lebaran. “Permintaan mulai tinggi. Sudah sering itu terjadi kalau pertengahan puasa. Apalagi nanti ketika mendekati Lebaran. Ini kenaikan masih 25 persen dari harga sapi semula,” ujarnya.

Rifa’i mengatakan, pada Ramadan tahun kemarin, harganya tidak sama dengan tahun ini. Menurutnya, kenaikan harga sapi anakan dan indukan merata. “Ini kenaikannya rata. Antara yang kecil dan yang besar sama saja,” ujarnya.

Tahun lalu, kenaikan harga sapi anakan dan indukan masih ada selisih. Lebih mahal sapi indukan. Sepertinya, kata Rifa’i, tahun ini permintaan semakin meningkat. Meski baru sepekan masuk Ramadan, permintaannya sudah meningkat.

Ia menyakini, semakin mendekati Lebaran, permintaan sapi akan semakin tinggi. Karena untuk daging sapi menjadi kebutuhan masyarakat ketika memasuki Hari Raya Idul Fitri. “Kenaikan harga ini terjadi di setiap pasar hewan di Kabupaten Probolinggo. Seperti, di pasar sapi Bucor, Besuk, dan pasar sapi Kotaanyar. Semua sama naik,” ujarnya.

Naiknya harga sapi disambut positif sejumlah peternak. Seperti disampaikan salah seorang pemilik sapi asal Kotaanyar, Wicaksono. Katanya, warga banyak yang menjual sapi karena kini harganya makin mahal. “Untuk kebutuhan Lebaran. Kalau punya saya nanti saja kalau sudah sedikit naik lagi,” ujarnya.

Terkait naiknya harga sapi ini, Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo. Namun, dihubungi melalui selulernya Kabid Pembibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo Amir Syarifuddin, tadi malam tidak merespons. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/