Meski Dibayangi Cuaca Buruk, Nelayan Mayangan Tetap Melaut

MAYANGAN – Sejak beberapa bulan terakhir di wilayah perairan Kota Probolinggo, kerap terjadi hujan. Namun, kondisi ini tak menyurutkan langkah sebagian nelayan untuk tetap melaut. Mereka tetap melaut demi dapurnya tetap ngebul.

Seperti yang diungkapkan salah satu anak buah kapal jonggrang, Farkhan, 29. Menurutnya, dalam kondisi hujan ataupun tidak, tak berpengaruh terhadap aktivitasnya sebagai nelayan. Apalagi, area penangkapan ikan dengan kapal jonggrang tidak sampai ke luar dari laut Jawa. “Di laut Jawa ombaknya tidak begitu ganas. Jadi meski hujan deras masih aman. Hanya saja kami tetap waspada,” ujarnya.

Menurutnya, jika hujan menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan. Lebih lagi langit yang gelap membuat pandangan terbatas. Sehingga, selain tetap mempertahankan kondisi kapal tidak sampai terombang ambing hingga ke luar jalur, juga harus memperhatikan rekan kerja yang sedang menarik jaring saat menangkap ikan.

Menurutnya, jangan sampai akibat benturan ombak, ada rekan kerja yang sampai terjun ke laut. “Jika hujan kondisinya lebih bahaya. Namun, kami sudah lama kerja di kapal. Lebih lagi jika tidak melaut kami tidak punya uang untuk istri di rumah,” ujarnya.

Bebebrapa waktu lalu sempat ada imbauan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo agar nelayan tidak sampai ke luar laut Jawa. Sebab, ada potensi tsunami. Namun, sejumlah nelayan menyebut larangan itu khusus kapal di atas 100 gross tonage (GT).

Seperti diungkapkan Abdurrohim, 35. Menurutnya, larangan itu untuk kapal di atas 100 GT. Sedangkan untuk kapal jonggrang dan kapal yang lebih kecil masih terbilang aman. “Saya pernah dengar ada larangan melaut karana waspada tsunami. Tapi, itu untuk kapal antarpulau dengan 100 GT ke atas. Kami hanya 30 GT dan tidak sampai ke luar pulau,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo. Namun, belum ada yang berhasil. Termasuk, salah satunya Kiki Wibowo. (rpd/rud)