alexametrics
25.7 C
Probolinggo
Friday, 27 November 2020

Perhutani Siap Sediakan Lahan Relokasi untuk 11 Rumah Korban Bencana

TIRIS – Ini kabar baik bagi warga korban bencana banjir bandang dan longsor di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Perhutani siap menyediakan lahan relokasi, asal ada permintaan resmi dari Bupati Probolinggo.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, dalam rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin oleh Bakorwil Jember, salah satunya menyikapi soal relokasi. Menurutnya, saat ini ada 11 rumah yang harus direlokasi dari tempat tinggalnya.

Penyebabnya beragam. Ada yang kondisi rumahnya rusak total. Ada juga yang posisi rumahnya ada di tepi aliran sungai dan rawan longsor.

Alhamdulillah, Perhutani siap menyediakan lahan bagi rumah yang harus direlokasi. Asal, ada permintaan resmi secara tertulis. Jadi, kami tinggal pikirkan untuk pembangunan rumah untuk warga yang direlokasi,” tuturnya.

Sementara itu, Slamet, asisten Perhutani wilayah Bremi mengatakan, sesuai rakor pekan lalu, Perhutani siap menyediakan lahan relokasi. Asal Pemkab mengajukan secara resmi dan tertulis pada Perhutani Surabaya.

Saat ada persetujuan dan petunjuk dari Perhutani Surabaya, pihaknya akan segera menyiapkan lahan yang tepat. Tentunya, lahan itu jauh dari aliran sungai dan tidak rawan longsor.

”Lahan Perhutani kan luas. Nanti bisa dicari di lokasi datar dan tidak rawan bencana,” katanya.

Namun, hingga saat ini, dikatakan Slamet, pihaknya belum mendapatkan petunjuk dari Perhutani Surabaya. Kemungkinan, pengajuan secara resmi belum diajukan oleh Pemkab. ”Pada intinya kami siap untuk menyediakan. Asal mengajukan secara resmi,” ujarnya.

Terpisah, Camat Tiris Abdul Ghafur mengatakan, sesuai data terakhir, ada 11 rumah yang harus direlokasi. Mereka merupakan korban bencana banjir-longsor yang rumahnya rusak berat atau rawan terkena bencana lagi.

”Alhamdulillah, jika Perhutani siap menyediakan lahan untuk relokasi. Warga di sebelas rumah itu untuk sementara tinggal di rumah saudaranya atau tetangga. Ada juga rumahnya bisa ditempati, tapi di tepi aliran sungai yang rawan terhanyut banjir,” terangnya. (mas/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usai Dilantik, Ribuan KPPS yang Bertugas di Pilwali Dirapid Test

Ini salah satu upaya KPU dalam memastikan seluruh putugas penyelanggara, seperti KPPS hingga linmas benar-benar sehat dan tidak terjangkit Covid-19

Petugas KPPS Harus Jaga Integritas selama Pilwali

Selanjutnya, KPU akan memberikan pembekalan bagi KPPS sebelum bertugas.

Pembobol Alfamart Suwayuwo Dibekuk, Pelaku Residivis, Ini Tampangya

Pelaku pembobolan toko modern yang berada di sebelah timur jalan nasional ini ada tiga orang.

Pembuangan Bayi di Bermi Krucil, sang Ibu Jadi Tersangka

Setelah melahirkan, pelaku langsung meninggalkan bayinya. Itu dilakukan agar tidak ada orang yang tahu dirinya telah melahirkan.