alexametrics
29 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Probolinggo Tempo Doeloe Dibanjiri Pengunjung, Siapkan Hadiah Umrah-2 Motor

PEMKOT Probolinggo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), terus berusaha mempromosikan budaya dan wisata Kota Probolinggo. Setelah sukses menggelar Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) September lalu, kini kembali digelar Probolinggo Tempo Doeloe.

Acara yang dilaksanakan di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, ini dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP. Sabtu (9/11) lalu, pembukaan ditandai dengan pemukulan gong bersama undangan VIP.

Usai acara seremonial, Wali Kota Habib Hadi diserbu pengunjung yang berebut kupon undian. Pemandangan yang sama juga terjadi pada gunungan manga yang disediakan di depan panggung. Pengunjung begitu antusias.

TERAK BULEN: Penampilan tari Terak Bulen mengawali seremonial pembukaan Probolinggo Tempo Doeloe, di Stadion Bayuangga, Sabtu Sore (9/11).

 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Habib Hadi tidak datang seorang sendiri. Dia didampingi istrinya yang juga Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Hj. Aminah Hadi Zainal Abidin beserta tiga putra-putrinya. Begitu juga dengan Wakil Wali Kota Probolinggo Ir. H. Mochammad Soufis Subri. Dia hadir didampingi istrinya, Hj. Kristanti Soufis Subri.

SAMBUTAN: Wali Kota Probolinggo ajak masyarakat Probolinggo dan sekitarnya menyukseskan Probolinggo Tempo Doeloe kerjasama Pemkot dan Herbangin.


“Probolinggo Tempo Doeloe ini merupakan tahun ke tiga yang digelar oleh Pemkot Probolinggo. Namun, bagi saya tahun ini sangat spesial, karena Probolinggo Tempo Doeloe ini adalah tahun pertama di era kepemimpinan saya,” ujar Wali Kota Habib Hadi.

Karenanya, Wali Kota mengajak semua keluarga dan masyarakat untuk hadir memeriahkan Probolinggo Tempo Doeloe. Sekaligus memperkenalkan, mengenang sejarah, dan seni budaya tradisional zaman dulu yang menggambarkan kebesaran bangsa ini.

Menurutnya, bila dulu anak-anak bermain bersama di halaman rumah, saat sore anak-anak dikumpulkan untuk mendengarkan dongeng dari orang tua. Tetapi, saat ini sudah berubah. Kesibukan orang tua seolah-olah membuat hal tersebut tak sempat lagi dilakukan.

GUNUNGAN MANGGA: Salah satu bocah pemain permainan tradisional semringah mendapat mangga pertama dari Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin.

 

“Kita sendiri yang mengubahnya. Menjadikan segalanya instan. Anak dikasi HP biar diam, ini yang harus dibentengi. Melestarikan warisan budaya lokal Kota Probolinggo, wajib dilakukan agar tetap terjaga serta tidak punah dan terlupakan. Tentunya, Probolinggo Tempo Doeloe ini bagian dari komitmen pemerintah. Sebuah festival rakyat yang dikemas secara apik dan unik. Setiap stand dan undangan yang hadir harus mengenakan pakaian tempo dulu,” ujarnya.

Bukan hanya seni budayanya yang zaman dulu, dekorasi, suasana, dan berbagai kuliner yang disajikan juga berupa makanan dan minuman khas tempo dulu. “Dengan Probolinggo Tempo Doeloe, kami jadikan sebagai potensi pariwisata sekaligus destinasi unggulan Kota Probolinggo, yang tak kalah dengan kota-kota lain,” ujar Wali Kota kepada awak media usai pembukaan.

Apalagi, menurut Wali Kota, Kota Probolinggo sudah menjadi kota transit pariwisata. “Para wisatawan mancanegara, kapal pesiar sedang bergerak menuju Kota Probolinggo. Kesempatan ini memberi ruang bukan hanya bagi pelaku seni dan pariwisata, tapi mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui pelaku ekonomi kreatif atau UKM,” ujarnya.

TEMPO DOELOE: Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali Soufis Subri dan undangan VIP bersantai menikmati kulineran Tempo Doeloe di salah satu stand Sponsorhip Bank Jatim Cabang Probolinggo.

 

Ke depan, pihaknya mengaku akan terus memperbaiki kekurangnya. Serta, mempertahankan yang sudah baik. Menurutnya, kegiatan sebagus apapun jika hanya dilihat dari sudut pandang kekurangannya, pasti ada. Karenanya, pihaknya tidak akan menutup mata dan menutup telinga.

“Silahkan kalau ada masukan masyarakat, sampaikan dengan baik. Ayo, mari kita bersama-sama berpartisipasi mengangkat potensi budaya melalui berbagai event yang digelar Kota Probolinggo agar menjadi rujukan destinasi daya tarik wisatawan seluruh Jawa Timur, bahkan seluruh Indonesia dan seluruh belahan dunia,” ujar Wali Kota.

Seperti disampaikan ketua panitia penyelenggara yang juga Kepala Disbudpar Kota Probolinggo Drs. Tutang Haru Aribowo, M.Si. Probolinggo Tempo Doeloe diikuti 40 peseta. Terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo, pelaku usaha pariwisata, perbankan, dan UMKM.

Selama Probolinggo Tempo Doeloe berlangsung, selain ada tampilan sejarah tempo doeloe dan kuliner khas Probolinggo, setiap malam ada hiburan di panggung utama. Sabtu (9/11) malam, usai pembukaan ada penampilan Wandra dan esoknya ada keroncong tradisional.

Malam-malam berikutnya juga ada campursari, pencak silat, musik gambus dengan bintang tamu Mustofa, jula-juli, hingga ludruk. Malam puncak pada Sabtu (16/11), akan diisi dengan salawatan bersama sekaligus peringatan Maulid Nabi SAW.

Pada malam puncak inilah, Wali Kota Habib Hadi akan mengundi hadiah utama umroh dan dua unit sepeda motor bagi pengunjung Probolinggo Tempo Doeloe yang beruntung. Sejak hari pertama dibuka, kupon ini diberikan gratis setiap hari kepada setiap pengunjung yang hadir ke lokasi Probolinggo Tempo Doeloe. Jadi, semakin sering berkunjung, semakin besar kesempatan menang. (*/el)

PEMKOT Probolinggo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), terus berusaha mempromosikan budaya dan wisata Kota Probolinggo. Setelah sukses menggelar Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) September lalu, kini kembali digelar Probolinggo Tempo Doeloe.

Acara yang dilaksanakan di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, ini dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP. Sabtu (9/11) lalu, pembukaan ditandai dengan pemukulan gong bersama undangan VIP.

Usai acara seremonial, Wali Kota Habib Hadi diserbu pengunjung yang berebut kupon undian. Pemandangan yang sama juga terjadi pada gunungan manga yang disediakan di depan panggung. Pengunjung begitu antusias.

TERAK BULEN: Penampilan tari Terak Bulen mengawali seremonial pembukaan Probolinggo Tempo Doeloe, di Stadion Bayuangga, Sabtu Sore (9/11).

 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Habib Hadi tidak datang seorang sendiri. Dia didampingi istrinya yang juga Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Hj. Aminah Hadi Zainal Abidin beserta tiga putra-putrinya. Begitu juga dengan Wakil Wali Kota Probolinggo Ir. H. Mochammad Soufis Subri. Dia hadir didampingi istrinya, Hj. Kristanti Soufis Subri.

SAMBUTAN: Wali Kota Probolinggo ajak masyarakat Probolinggo dan sekitarnya menyukseskan Probolinggo Tempo Doeloe kerjasama Pemkot dan Herbangin.


“Probolinggo Tempo Doeloe ini merupakan tahun ke tiga yang digelar oleh Pemkot Probolinggo. Namun, bagi saya tahun ini sangat spesial, karena Probolinggo Tempo Doeloe ini adalah tahun pertama di era kepemimpinan saya,” ujar Wali Kota Habib Hadi.

Karenanya, Wali Kota mengajak semua keluarga dan masyarakat untuk hadir memeriahkan Probolinggo Tempo Doeloe. Sekaligus memperkenalkan, mengenang sejarah, dan seni budaya tradisional zaman dulu yang menggambarkan kebesaran bangsa ini.

Menurutnya, bila dulu anak-anak bermain bersama di halaman rumah, saat sore anak-anak dikumpulkan untuk mendengarkan dongeng dari orang tua. Tetapi, saat ini sudah berubah. Kesibukan orang tua seolah-olah membuat hal tersebut tak sempat lagi dilakukan.

GUNUNGAN MANGGA: Salah satu bocah pemain permainan tradisional semringah mendapat mangga pertama dari Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin.

 

“Kita sendiri yang mengubahnya. Menjadikan segalanya instan. Anak dikasi HP biar diam, ini yang harus dibentengi. Melestarikan warisan budaya lokal Kota Probolinggo, wajib dilakukan agar tetap terjaga serta tidak punah dan terlupakan. Tentunya, Probolinggo Tempo Doeloe ini bagian dari komitmen pemerintah. Sebuah festival rakyat yang dikemas secara apik dan unik. Setiap stand dan undangan yang hadir harus mengenakan pakaian tempo dulu,” ujarnya.

Bukan hanya seni budayanya yang zaman dulu, dekorasi, suasana, dan berbagai kuliner yang disajikan juga berupa makanan dan minuman khas tempo dulu. “Dengan Probolinggo Tempo Doeloe, kami jadikan sebagai potensi pariwisata sekaligus destinasi unggulan Kota Probolinggo, yang tak kalah dengan kota-kota lain,” ujar Wali Kota kepada awak media usai pembukaan.

Apalagi, menurut Wali Kota, Kota Probolinggo sudah menjadi kota transit pariwisata. “Para wisatawan mancanegara, kapal pesiar sedang bergerak menuju Kota Probolinggo. Kesempatan ini memberi ruang bukan hanya bagi pelaku seni dan pariwisata, tapi mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui pelaku ekonomi kreatif atau UKM,” ujarnya.

TEMPO DOELOE: Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali Soufis Subri dan undangan VIP bersantai menikmati kulineran Tempo Doeloe di salah satu stand Sponsorhip Bank Jatim Cabang Probolinggo.

 

Ke depan, pihaknya mengaku akan terus memperbaiki kekurangnya. Serta, mempertahankan yang sudah baik. Menurutnya, kegiatan sebagus apapun jika hanya dilihat dari sudut pandang kekurangannya, pasti ada. Karenanya, pihaknya tidak akan menutup mata dan menutup telinga.

“Silahkan kalau ada masukan masyarakat, sampaikan dengan baik. Ayo, mari kita bersama-sama berpartisipasi mengangkat potensi budaya melalui berbagai event yang digelar Kota Probolinggo agar menjadi rujukan destinasi daya tarik wisatawan seluruh Jawa Timur, bahkan seluruh Indonesia dan seluruh belahan dunia,” ujar Wali Kota.

Seperti disampaikan ketua panitia penyelenggara yang juga Kepala Disbudpar Kota Probolinggo Drs. Tutang Haru Aribowo, M.Si. Probolinggo Tempo Doeloe diikuti 40 peseta. Terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo, pelaku usaha pariwisata, perbankan, dan UMKM.

Selama Probolinggo Tempo Doeloe berlangsung, selain ada tampilan sejarah tempo doeloe dan kuliner khas Probolinggo, setiap malam ada hiburan di panggung utama. Sabtu (9/11) malam, usai pembukaan ada penampilan Wandra dan esoknya ada keroncong tradisional.

Malam-malam berikutnya juga ada campursari, pencak silat, musik gambus dengan bintang tamu Mustofa, jula-juli, hingga ludruk. Malam puncak pada Sabtu (16/11), akan diisi dengan salawatan bersama sekaligus peringatan Maulid Nabi SAW.

Pada malam puncak inilah, Wali Kota Habib Hadi akan mengundi hadiah utama umroh dan dua unit sepeda motor bagi pengunjung Probolinggo Tempo Doeloe yang beruntung. Sejak hari pertama dibuka, kupon ini diberikan gratis setiap hari kepada setiap pengunjung yang hadir ke lokasi Probolinggo Tempo Doeloe. Jadi, semakin sering berkunjung, semakin besar kesempatan menang. (*/el)

MOST READ

BERITA TERBARU

/