alexametrics
29 C
Probolinggo
Tuesday, 1 December 2020

10 Bulan, 61 Korban Meninggal akibat Kecelakaan di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di wilayah hukum Polres Probolinggo, masih cukup tinggi. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo, mencatat sepanjang tahun ini hingga bulan Oktober, ada 544 kejadian. Ratusan kejadian itu didominasi pengendara roda dua.

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Iptu Nyoman Harayasa, mengatakan kejadian laka lantas itu dihitung total dari semua jenis kendaraan yang mengalami kecelakaan. “Dari semua jenis kendaraan, baik roda dua maupun empat. Namun, yang marak terjadi memang angka kecelakaan roda dua,” ujarnya.

Menurutnya, maraknya kejadian laka lantas pada kendaraan roda dua itu karena banyak faktor. Salah satunya karena pengemudi kendaraan bermotor terkadang terburu-buru dan kecapain karena selesai bekerja atau beraktivitas. “Hingga kehilangan konsetrasi,” ujarnya.

Selain itu, kondisi kedaraan dan perlengkapan keamanan berkendara juga salah satu faktor terjadinya kecelakaan, sehingga menyebabkan kerugian besar. “Adanya perlengkapan berkendara, sepeti helm itu juga salah satu usaha agar aman berkedara dan perlengkapan lainya. Juga, sebagai usaha untuk mengecilkan angka kerugian,” jelas Nyoman.

Dari ratusan kasus laka lantas itu, ternyata cukup banyak memakan korban jiwa. Tercatat ada 61 korban meninggal dunia (MD), 680 korban mengalami luka ringan (LR), dan 2 korban luka berat (LB).

Dari data banyaknya angka itu, pihaknya mengimbau kepada para pengendara, hususnya pengendara roda dua agar bisa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan selalu waspada. “Lebih-lebih konstrasi harus ditingkatkan, mengingangat perbaaikan jalan masih belum selesai,” ujarnya.

Disisi lain, Koordinator Pengawas Lapangan BBPJN 8 wilayah Kabupaten Probolinggo Candra Erfin, mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, usaha untuk tidak terlalu mengganggu pengendara sudah dilakukan. “Seperti menyiram jalan agar tidak berdebu dan memasang rambu-rambu. Selebihnya pengendara harus berhati-hati,” ujarnya. (mg1/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kontainer Sampah Gending Belum Maksimal, Bakal Dievaluasi

Penempatan kontainer di wilayah Gending, merupakan tindak lanjut dari keluhan warga.

BLT-DD Tahap 4 di Kab Probolinggo Tunggu Nota Dinas

Di tahap ini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus sedikit bersabar. Pasalnya penyaluran bantuan ditunda sebab masih menunggu Nota Dinas Bupati.

Satgas Mulai Antisipasi Klaster Liburan Nataru

Karenanya, selama sebulan ke depan, mulai hari ini Satgas akan kembali menggencarkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.

Dari 5 Pendonor, Hanya Dapat 3 Plasma Konvalesen

Dari 20 calon donor plasma konvalesen di Kabupaten Probolinggo, hanya 5 calon donor yang lolos screening. Namun, dari 5 calon donor itu hanya 3 orang yang diambil plasma konvalesennya.

Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka untuk Sekolah Zona Hijau-Kuning

Pemkab Probolinggo memastikan mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk memulai pembelajaran tatap muka pada 2021.