alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Wadul Penghentian Pupuk Subsidi di Tosari-Tutur hingga Pasar Agro

BANGIL, Radar Bromo– Sejumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM), pelaku usaha hotel, serta kelompok tani mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (10/10). Mereka mengadukan nasib pasar agro Purwodadi serta pencabutan pupuk bersubsidi di wilayah Tosari dan Tutur.

Mereka berharap dewan bisa memberikan solusi. Sehingga, rencana pendirian pasar agro Purwodadi bisa terealisasi. Serta, persoalan pupuk bersubsidi bisa teratasi.

Ketua KTNA Kabupaten Pasuruan Akhmad Prayugo menguraikan, ada beberapa hal yang ingin disampaikan kepada dewan agar persoalan tersebut teratasi. Salah satunya, rencana pendirian rest area di lahan milik Pemkab seluas 1,8 hektare.

Ia berharap, pendirian rest area itu tak jadi direalisasikan. Melainkan, kembali pada konsep awal dengan pendirian pasar agro Purwodadi.

“Karena pasar agro itulah yang sebenarnya kami butuhkan. Jadi, kami berharap Pemkab tidak menjadikan lahan yang direncanakan sebagai pasar agro itu untuk rest area. Tetapi, dikembalikan kepada semula yakni mendirikan pasar agro,” sampainya.

Selain masalah pasar agro, pihaknya juga berharap persoalan pencabutan kebijakan penghentian distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Tutur dan Tosari oleh pemerintah pusat bisa dibatalkan. Supaya, para petani di wilayah setempat masih bisa menikmati pupuk dengan harga yang rendah.

Diketahui, sejak Mei lalu, pemerintah pusat telah menghentikan distribusi pupuk subsidi di Tosari dan Tutur. Sebab, saat dilakukan pemetaan dari satelit, tak didapati lahan sawah di kawasan setempat.

Karena pupuk bersubsidi itu masih dibutuhkan. Meski di wilayah setempat, tidak ada persawahan. Namun, pupuk subsidi itu banyak digunakan untuk tanaman rumput.

“Kami juga berharap agar keberadaan pupuk subsidi di Tutur dan Tosari yang sempat dicabut, dikembalikan seperti semula. Supaya, petani di Tosari dan Tutur bisa mendapatkan pupuk berharga rendah,” tambahnya.

Selama ini, mereka terpaksa memanfaatkan pupuk nonsubsidi yang harganya relatif tinggi. Bayangkan saja, satu sak berukuran 50 kg bisa dihargai Rp 360 ribu. Padahal, untuk subsidi hanya Rp 95 ribu per 50 kg. “Ini jelas memberatkan petani,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Joko Cahyono menguraikan, bakal menindaklanjuti keluhan-keluhan yang masuk tersebut. Seperti masalah pupuk misalnya. Pihaknya akan menyampaikan hal tersebut ke kementerian agar masalah pupuk subsidi untuk Tosari dan Tutur dikembalikan seperti semula.

“Kami akan tindak lanjuti. Kami akan adukan ke kementerian, supaya pupuk bersubsidi untuk Tutur dan Tosari dikembalikan seperti semula. Karena kebijakan tersebut, diberikan oleh pemerintah pusat yang menganggap tidak ada pertanian persawahan di wilayah setempat. Padahal, petani sangat butuh,” jelasnya. (one/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.