alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Berencana Tambah Koleksi Museum Tengger, Ajukan Rp 200 Juta

SUKAPURA – Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo berencana menambah koleksi Museum Tengger, tahun depan. Untuk keperluan itu, Disporaparbud akan mengajukan anggaran sekitar Rp 200 juta.

Suwito, kasi Sejarah dan Museum di Disporaparbud menjelaskan, pihaknya akan terus membenahi Museum Tengger di Kecamatan Sukapura itu. Sebab, sejak diresmikan akhir tahun lalu, museum itu masih jauh dari kata sempurna. Koleksi museum masih kurang. Karena itu, tahun depan akan dianggarkan dana untuk menambah koleksi museum.

“Museum itu masih baru. Kami masih butuh melengkapi koleksi. Sehingga, nanti barang peninggalan suku Tengger semuanya bisa masuk ke museum itu,” jelasnya.

Selain koleksi, menurutnya, tahun depan akan ditambah papan nama di museum. Papan nama itu untuk menunjukan keberadaan museum. Sebab, sejak diresmikan pada akhir tahun 2017, belum ada papan nama.

“Papan namanya belum ada. Jadi, kemungkinan wisatawan belum tahu itu gedung apa,” jelasnya.

Untuk koleksi museum, akan ditambah patung yang menunjukan keseharian warga Tengger. Patung itu akan diletakkan di pintu masuk sebagai sambutan dari warga Tengger. Selain itu, juga ada beberapa benda peninggalan suku Tengger seperti keris dan lainnya.

“Harapan kami ketika sudah dilengkapi, museum ini bisa jadi jujukan wisatawan. Sehingga, mereka lebih mengenal suku Tengger,” lanjutnya.

Memang, diakuinya tidak cukup waktu setahun untuk melengkapi koleksi museum. Selain keterbatasan dana, juga karena kesulitan untuk menginventarisasi warisan suku Tengger. Sehingga, perlu pendalaman untuk mencari jejak suku Tengger.

“Memang bukan yang asli diletakkan di museum itu. Tetapi, memang perlu dana yang besar untuk membuat replikanya dan untuk menginventarisasi,” ungkapnya. (sid/hn/mie)

SUKAPURA – Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo berencana menambah koleksi Museum Tengger, tahun depan. Untuk keperluan itu, Disporaparbud akan mengajukan anggaran sekitar Rp 200 juta.

Suwito, kasi Sejarah dan Museum di Disporaparbud menjelaskan, pihaknya akan terus membenahi Museum Tengger di Kecamatan Sukapura itu. Sebab, sejak diresmikan akhir tahun lalu, museum itu masih jauh dari kata sempurna. Koleksi museum masih kurang. Karena itu, tahun depan akan dianggarkan dana untuk menambah koleksi museum.

“Museum itu masih baru. Kami masih butuh melengkapi koleksi. Sehingga, nanti barang peninggalan suku Tengger semuanya bisa masuk ke museum itu,” jelasnya.

Selain koleksi, menurutnya, tahun depan akan ditambah papan nama di museum. Papan nama itu untuk menunjukan keberadaan museum. Sebab, sejak diresmikan pada akhir tahun 2017, belum ada papan nama.

“Papan namanya belum ada. Jadi, kemungkinan wisatawan belum tahu itu gedung apa,” jelasnya.

Untuk koleksi museum, akan ditambah patung yang menunjukan keseharian warga Tengger. Patung itu akan diletakkan di pintu masuk sebagai sambutan dari warga Tengger. Selain itu, juga ada beberapa benda peninggalan suku Tengger seperti keris dan lainnya.

“Harapan kami ketika sudah dilengkapi, museum ini bisa jadi jujukan wisatawan. Sehingga, mereka lebih mengenal suku Tengger,” lanjutnya.

Memang, diakuinya tidak cukup waktu setahun untuk melengkapi koleksi museum. Selain keterbatasan dana, juga karena kesulitan untuk menginventarisasi warisan suku Tengger. Sehingga, perlu pendalaman untuk mencari jejak suku Tengger.

“Memang bukan yang asli diletakkan di museum itu. Tetapi, memang perlu dana yang besar untuk membuat replikanya dan untuk menginventarisasi,” ungkapnya. (sid/hn/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/