alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Humor Gus Dur: Buto Cakil Pembayar Demonstran

PUNAKAWAN selalu digambarkan sebagai kesatria. Musuhnya jelek-jelek semua. Misalnya, Buto Cakil. Punakawan sering diculik dan dibawa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi, menurut Ki Tedjo, sekarang semuanya serba tak jelas. Prilaku kesatria pun tak jelas. Yang jadi Punakawan juga tidak jelas. Yang disebut istana pun tidak jelas.

Sebab, saat ini masih banyak istana. Ada yang di Cendana, ada yang di sana. Pokoknya di mana-mana.

“Supaya rakyat tenteram, mbok ya (para elite politik) itu kalau berantem caranya yang cerdaslah. Rakyat seperti kita ini kan juga perlu tahu, bukan begitu Gus?”

“Sebelum tahu istananya, harus tahu dulu siapa demonstrannya,” jawab Gus Dur.

“Ya, sebelum tahu demonstrannya, harus tahu dulu siapa yang membayarnya.”

“Yang membayar para demonstran, siapa Gus?” tanya Ki Tedjo.

“Buto Cakil….” ujar Gus Dur. (*)

 

Dinukilkan dari rubrik humor di www.gusdur.net

PUNAKAWAN selalu digambarkan sebagai kesatria. Musuhnya jelek-jelek semua. Misalnya, Buto Cakil. Punakawan sering diculik dan dibawa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi, menurut Ki Tedjo, sekarang semuanya serba tak jelas. Prilaku kesatria pun tak jelas. Yang jadi Punakawan juga tidak jelas. Yang disebut istana pun tidak jelas.

Sebab, saat ini masih banyak istana. Ada yang di Cendana, ada yang di sana. Pokoknya di mana-mana.

“Supaya rakyat tenteram, mbok ya (para elite politik) itu kalau berantem caranya yang cerdaslah. Rakyat seperti kita ini kan juga perlu tahu, bukan begitu Gus?”

“Sebelum tahu istananya, harus tahu dulu siapa demonstrannya,” jawab Gus Dur.

“Ya, sebelum tahu demonstrannya, harus tahu dulu siapa yang membayarnya.”

“Yang membayar para demonstran, siapa Gus?” tanya Ki Tedjo.

“Buto Cakil….” ujar Gus Dur. (*)

 

Dinukilkan dari rubrik humor di www.gusdur.net

MOST READ

BERITA TERBARU

/