alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Puskesmas Winongan Terus Kampanyekan Protokoler Kesehatan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

WINONGAN, Radar Bromo – Tidak bisa dipungkiri, kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan masih tinggi. Saat ini semua pihak harus saling bekerja sama dalam mencegah penyebaran virus dari Wuhan tersebut. Masyarakat harus disiplin menerapkan protokoler kesehatan yang menjadi ‘standar’ baru untuk menghadapi kebiasaan baru.

Dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di saat pandemi seperti saat ini, masih banyak masyarakat yang salah mengartikan. Masyarakat menganggap adaptasi kebiasaan baru adalah kehidupan kembali seperti dahulu. Padahal, pada dasarnya adaptasi kebiasaan baru merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 yang telah disahkan pemerintah.

Dalam adaptasi kebiasaan baru, masyarakat diharuskan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Mulai memakai masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, dan selalu menjaga jarak dengan menghindari kerumunan.

Nah, ntuk mensukseskan penerapan protokol kesehatan di wilayah Kecamatan Winongan, tim puskesmas bekerja sama dengan semua lintas sektor untuk melakukan sosialisasi keliling. Dengan menggunakan mobil, tim berkeliling ke semua desa di wilayah Winongan. Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk mengedukasi masyarakat secara umum tentang protokol kesehatan.

“Dengan adanya edukasi, masyarakat mau dan mampu menerapkan protokol kesehatan di kegiatan sehari-hari. Selain berkeliling, sosialisasi adaptasi kesehatan juga dilaksanakan di fasilitas umum yang sering dikunjungi masyarakat seperti di pasar Winongan,” dr Annis Ulana, Kepala UPTD Puskemas Winongan.

Selain edukasi, penegakan pedisiplinan masyarakat juga terus dilaksanakan. Penegakan pendisiplinan dilakukan oleh lintas sektor bersama petugas Tim Reaksi Cepat Puskesmas Winongan. Pendisiplinan penerapan protokol kesehatan terutama penggunaan masker. “Karena pada kenyataannya, banyak masyarakat yang masih acuh dalam penggunaan masker,” imbuh Annis.

Bagi masyarakat yang kedapatan melanggar, akan mendapatkan sanksi ringan sebagai hukuman. Sanksi tersebut antara lain menyapu halaman, push-up, menyanyikan lagu kebangsaan dan lainnya. “Punishment yang diberikan diharapkan agar masyarakat lebih patuh dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga penyebaran dapat diminimalisir,” terang Annis. (eka/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

WINONGAN, Radar Bromo – Tidak bisa dipungkiri, kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan masih tinggi. Saat ini semua pihak harus saling bekerja sama dalam mencegah penyebaran virus dari Wuhan tersebut. Masyarakat harus disiplin menerapkan protokoler kesehatan yang menjadi ‘standar’ baru untuk menghadapi kebiasaan baru.

Dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di saat pandemi seperti saat ini, masih banyak masyarakat yang salah mengartikan. Masyarakat menganggap adaptasi kebiasaan baru adalah kehidupan kembali seperti dahulu. Padahal, pada dasarnya adaptasi kebiasaan baru merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 yang telah disahkan pemerintah.

Dalam adaptasi kebiasaan baru, masyarakat diharuskan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Mulai memakai masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, dan selalu menjaga jarak dengan menghindari kerumunan.

Mobile_AP_Half Page

Nah, ntuk mensukseskan penerapan protokol kesehatan di wilayah Kecamatan Winongan, tim puskesmas bekerja sama dengan semua lintas sektor untuk melakukan sosialisasi keliling. Dengan menggunakan mobil, tim berkeliling ke semua desa di wilayah Winongan. Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk mengedukasi masyarakat secara umum tentang protokol kesehatan.

“Dengan adanya edukasi, masyarakat mau dan mampu menerapkan protokol kesehatan di kegiatan sehari-hari. Selain berkeliling, sosialisasi adaptasi kesehatan juga dilaksanakan di fasilitas umum yang sering dikunjungi masyarakat seperti di pasar Winongan,” dr Annis Ulana, Kepala UPTD Puskemas Winongan.

Selain edukasi, penegakan pedisiplinan masyarakat juga terus dilaksanakan. Penegakan pendisiplinan dilakukan oleh lintas sektor bersama petugas Tim Reaksi Cepat Puskesmas Winongan. Pendisiplinan penerapan protokol kesehatan terutama penggunaan masker. “Karena pada kenyataannya, banyak masyarakat yang masih acuh dalam penggunaan masker,” imbuh Annis.

Bagi masyarakat yang kedapatan melanggar, akan mendapatkan sanksi ringan sebagai hukuman. Sanksi tersebut antara lain menyapu halaman, push-up, menyanyikan lagu kebangsaan dan lainnya. “Punishment yang diberikan diharapkan agar masyarakat lebih patuh dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga penyebaran dapat diminimalisir,” terang Annis. (eka/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2