alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Diterjang Angin KA di Bangil, Perempuan asal Sukorejo Masuk RS  

BANGIL, Radar Bromo– Seorang perempuan asal Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan harus dilarikan ke RSUD Bangil. Itu setelah kereta api Wijaya Kusuma, hampir menyambarnya.

Kejadian tersebut berlangsung Selasa sore (10/5). Ketika itu, perempuan yang diketahui bernama Dewi Arifah, 28, sedang berada dekat dengan bantalan rel kereta api, Balungbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil.

Entah apa yang dilakukannya. Karena ada yang menyebut, korban sedang selfi dibalik pemandangan gunung Penanggungan. Namun, ada pula yang menyebut, kalau korban hendak mengakhiri hidupnya, dengan cara bunuh diri.

Menurut Asan, 50, warga Balungbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, korban ketika itu tampak murung. Ia sendirian duduk di bantalan rel KA yang ada di wilayah setempat.

Hingga sekitar pukul 17.00 kemudian. Saat kereta api Wijaya Kusuma jurusan Ketapang-Cilacap, hendak melintas dari arah timur. Ia pun beranjak dari duduknya. Begitu kereta melintas, korban pun tersambar angin kereta.

Wuuss… hal itu, membuat keseimbangan korban goyah. Terpaan angin itu , membuat korban jatuh tergulung ke semak-semak di bawah jalur KA. “Tadi awalnya duduk-duduk. Tapi, ketika ada kereta hendak melintas, ia bangun. Karena kena angina KA, ia pun tersambar dan jatuh,” sampainya.

Asan menduga, korban hendak bunuh diri. Meski dalam kejadian tersebut, ia berhasil selamat. “Mungkin ada masalah. Tapi, saya tidak tahu pasti juga. Apakah hendak bunuh diri,” ujarnya.

Sementara itu, Kholili, warga Balungbendo lainnya, menilai kalau korban dimungkinkan hendak selfi. Kebetulan, kawasan setempat memang kerap digunakan untuk selfi kalangan muda-mudi, ketika matahari tenggelam.

“Apakah hendak bunuh diri atau selfi, kami juga tidak tahu. Yang jelas, korban selamat tidak sampai disambar. Hanya kena angin kereta saja,” ujarnya.

Kejadian itupun membuat pihak kepolisian mendatangi lokasi. Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan, Ipda Kunaefi mengungkapkan, korban sudah dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.

Pihaknya pun belum bisa memastikan. Apa yang memicu kejadian tersebut. “Ada yang menyebut hendak bunuh diri. Tapi ada pula yang menyebut hendak selfi. Kami belum memastikan,” bebernya.

Kunaefi mengungkapkan, kejadian tersebut tengah diserahkan ke Polsek Bangil. Karena, kejadiannya bukan berlangsung di perlintasan. “Sudah kami serahkan ke Polsek Bangil,” sambungnya. (one/mie)

 

 

 

BANGIL, Radar Bromo– Seorang perempuan asal Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan harus dilarikan ke RSUD Bangil. Itu setelah kereta api Wijaya Kusuma, hampir menyambarnya.

Kejadian tersebut berlangsung Selasa sore (10/5). Ketika itu, perempuan yang diketahui bernama Dewi Arifah, 28, sedang berada dekat dengan bantalan rel kereta api, Balungbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil.

Entah apa yang dilakukannya. Karena ada yang menyebut, korban sedang selfi dibalik pemandangan gunung Penanggungan. Namun, ada pula yang menyebut, kalau korban hendak mengakhiri hidupnya, dengan cara bunuh diri.

Menurut Asan, 50, warga Balungbendo, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, korban ketika itu tampak murung. Ia sendirian duduk di bantalan rel KA yang ada di wilayah setempat.

Hingga sekitar pukul 17.00 kemudian. Saat kereta api Wijaya Kusuma jurusan Ketapang-Cilacap, hendak melintas dari arah timur. Ia pun beranjak dari duduknya. Begitu kereta melintas, korban pun tersambar angin kereta.

Wuuss… hal itu, membuat keseimbangan korban goyah. Terpaan angin itu , membuat korban jatuh tergulung ke semak-semak di bawah jalur KA. “Tadi awalnya duduk-duduk. Tapi, ketika ada kereta hendak melintas, ia bangun. Karena kena angina KA, ia pun tersambar dan jatuh,” sampainya.

Asan menduga, korban hendak bunuh diri. Meski dalam kejadian tersebut, ia berhasil selamat. “Mungkin ada masalah. Tapi, saya tidak tahu pasti juga. Apakah hendak bunuh diri,” ujarnya.

Sementara itu, Kholili, warga Balungbendo lainnya, menilai kalau korban dimungkinkan hendak selfi. Kebetulan, kawasan setempat memang kerap digunakan untuk selfi kalangan muda-mudi, ketika matahari tenggelam.

“Apakah hendak bunuh diri atau selfi, kami juga tidak tahu. Yang jelas, korban selamat tidak sampai disambar. Hanya kena angin kereta saja,” ujarnya.

Kejadian itupun membuat pihak kepolisian mendatangi lokasi. Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan, Ipda Kunaefi mengungkapkan, korban sudah dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.

Pihaknya pun belum bisa memastikan. Apa yang memicu kejadian tersebut. “Ada yang menyebut hendak bunuh diri. Tapi ada pula yang menyebut hendak selfi. Kami belum memastikan,” bebernya.

Kunaefi mengungkapkan, kejadian tersebut tengah diserahkan ke Polsek Bangil. Karena, kejadiannya bukan berlangsung di perlintasan. “Sudah kami serahkan ke Polsek Bangil,” sambungnya. (one/mie)

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/