Negosiasi Antara Sopir–Manajemen PT Selog Pusat Buntu

SUKOREJO, Radar Bromo – Aksi protes ratusan sopir truk PT Selog di areal parkir kendaraan barang PT H.M. Sampoerna, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, masih berlanjut. Kamis (9/1) pagi, sopir truk bernegosiasi dengan manajemen pusat. Namun, negosiasi tidak membuatkan hasil.

Negosiasi dilakukan di Brebek, Surabaya. Sopir truk diwakili oleh Basuki Widodo dan Wahyudi. Masing-masing adalah ketua PC KEP SPSI dan Konfederasi SPSI Kabupaten Pasuruan.

Sementara dari PT Selog, diwakili oleh manajemen dari pusat. Namun, negosiasi antara kedua pihak itu tidak membuahkan hasil.

“Kami dua orang sudah bertemu dengan manajemen pusat PT Selog di Surabaya. Kami menegosiasikan nasib ratusan sopir truk yang sejak 23 Desember 2019 tak boleh bekerja lagi. Namun, hasilnya masih buntu,” ucap Basuki Widodo.

Saat bertemu dengan manajemen pusat PT Selog di Surabaya, keduanya menyampaikan dua tuntutan yang diinginkan ratusan sopir truk. Pertama, dipekerjakan kembali tanpa syarat. Kedua, jika diberhentikan, maka perusahaan harus memberikan pesangon sesuai ketentuan yang ada.

“Tuntutan para sopir truk sederhana dan tak muluk-muluk. Yakni, dipekerjakan lagi atau diberi pesangon. Itu saja kok,” tuturnya.

Namun, tuntutan itu belum bisa disetujui oleh manajemen pusat. Karena belum ada titik temu, Jumat ini (10/1) para sopir truk berencana unjuk rasa lanjutan. Unjuk rasa itu akan dilakukan di areal parkir kendaraan barang PT H.M. Sampoerna. (zal/fun)