alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Warga Binaan di Lapas Pasuruan Divaksin, Kunjungan Bisa Dibuka Lagi

 

PASURUAN, Radar Bromo– Pencegahan terhadap serangan Covid-19, berlaku bagi semua warga. Termasuk bagi warga binaan. Kamis (7/10), ratusan warga binaan Lapas Kelas IIB Pasuruan mulai disuntik vaksin.

Sebanyak 380 dari total 389 warga binaan mendapat jatah vaksin jenis Sinovac. Sisanya, 9 warga binaan belum divaksinasi. Data kependudukannya belum sinkron. Vaksinasi dilakukan di area Lapas. Semua warga binaan, baik narapidana maupun tahanan mendapatkan vaksin yang sama.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Ruswanto bersyukur warga binaannya mendapat giliran vaksinasi. Ia mengaku memang sangat berharap mereka segera divaksin. Mengingat, pentingnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masa pandemi.

Menurutnya, kekebalan kelompok bagi warga binaan cukup penting. Karena, kehidupan warga binaan sudah terisolasi dari dunia luar. Proteksi diri mereka harus terjamin satu sama lain. Apalagi, Lapas sudah punya pengalaman di awal tahun ini. Ada 25 warga binaan yang terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah, tertangani semua. Tapi, kami tidak ingin hal itu terulang. Makanya dengan vaksinasi ini kami harapkan itu bisa dicegah,” ujar Yhoga.

Menurutnya, vaksinasi warga binaan bukan hanya untuk memenuhi kekebalan kelompok. Namun, juga akan berimbas terhadap pelayanan. Selama pandemi, pintu kunjungan bagi keluarga warga binaan tertutup rapat. Mereka hanya bisa melepas rindu melalui video call.

“Kami sudah menyusun rencana. Kalau vaksinasi dosis pertama dan kedua selesai, kami bisa uji coba membuka kunjungan keluarga secara tatap muka lagi,” katanya.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengaku terus berupaya agar vaksinasi bagi semua masyarakat terpenuhi. Semakin banyak warga yang divaksin, kekebalan kelompok bisa terjamin. Penyebaran virus korona pun bisa semakin minim.

“Kami terus upayakan berbagai cara agar proses vaksinasi bisa menyeluruh,” ujarnya ketika meninjau vaksinasi di Lapas Kelas IIB Pasuruan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, ada 40 tenaga kesehatan yang dilibatkan untuk mempercepat vaksinasi bagi warga binaan di Lapas Kelas IIB Pasuruan. (tom/rud)

 

PASURUAN, Radar Bromo– Pencegahan terhadap serangan Covid-19, berlaku bagi semua warga. Termasuk bagi warga binaan. Kamis (7/10), ratusan warga binaan Lapas Kelas IIB Pasuruan mulai disuntik vaksin.

Sebanyak 380 dari total 389 warga binaan mendapat jatah vaksin jenis Sinovac. Sisanya, 9 warga binaan belum divaksinasi. Data kependudukannya belum sinkron. Vaksinasi dilakukan di area Lapas. Semua warga binaan, baik narapidana maupun tahanan mendapatkan vaksin yang sama.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Ruswanto bersyukur warga binaannya mendapat giliran vaksinasi. Ia mengaku memang sangat berharap mereka segera divaksin. Mengingat, pentingnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masa pandemi.

Menurutnya, kekebalan kelompok bagi warga binaan cukup penting. Karena, kehidupan warga binaan sudah terisolasi dari dunia luar. Proteksi diri mereka harus terjamin satu sama lain. Apalagi, Lapas sudah punya pengalaman di awal tahun ini. Ada 25 warga binaan yang terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah, tertangani semua. Tapi, kami tidak ingin hal itu terulang. Makanya dengan vaksinasi ini kami harapkan itu bisa dicegah,” ujar Yhoga.

Menurutnya, vaksinasi warga binaan bukan hanya untuk memenuhi kekebalan kelompok. Namun, juga akan berimbas terhadap pelayanan. Selama pandemi, pintu kunjungan bagi keluarga warga binaan tertutup rapat. Mereka hanya bisa melepas rindu melalui video call.

“Kami sudah menyusun rencana. Kalau vaksinasi dosis pertama dan kedua selesai, kami bisa uji coba membuka kunjungan keluarga secara tatap muka lagi,” katanya.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengaku terus berupaya agar vaksinasi bagi semua masyarakat terpenuhi. Semakin banyak warga yang divaksin, kekebalan kelompok bisa terjamin. Penyebaran virus korona pun bisa semakin minim.

“Kami terus upayakan berbagai cara agar proses vaksinasi bisa menyeluruh,” ujarnya ketika meninjau vaksinasi di Lapas Kelas IIB Pasuruan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, ada 40 tenaga kesehatan yang dilibatkan untuk mempercepat vaksinasi bagi warga binaan di Lapas Kelas IIB Pasuruan. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/