Radar Bromo

113 Jukir Resmi di Kota Pasuruan Dievaluasi Berkala

GADINGREJO, Radar Bromo – Masih adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum juru parkir (jukir) di Kota Pasuruan mendapatkan atensi dari Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Dishub rutin melakukan evaluasi untuk mengantisipasi adanya pungli yang dilakukan oleh jukir.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, pelaksanaan parkir non berlangganan sudah berjalan selama 1,5 tahun. Selama ini Dishub tetap rutin melakukan monitor dan evaluasi pada pelaksaan parkir di lapangan.

Tujuannya, agar 113 jukir resmi memahami jika parkir non berlangganan tidak lagi ditarik retribusi. Lokasinya sendiri tersebar di 86 titik di wilayah Kota Pasuruan. Monitoring ini sendiri dengan menerjunkan petugas di sejumlah titik parkir.

Dari monitoring inilah bakal dilakukan evaluasi dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Mulai dari Satpol PP dan Satlantas Polres Pasuruan Kota. “Evaluasi masih rutin dilakukan setiap dua minggu sekali. Ada 113 jukir resmi yang kami evaluasi secara berkala,” ungkapnya.

Andri -sapaan akrabnya- tidak menepis jika masih ada pungli yang dilakukan oleh oknum jukir. Sepanjang 2019 ini, Dishub sudah melakukan teguran sebanyak 26 kali pada oknum jukir yang menarik retribusi pada masyarakat.

Ia menyebut, hal ini tidak diperbolehkan. Sebab, jukir resmi sudah diberikan honor sebesar Rp 750 ribu setiap bulan melalui APBD 2019. “Masyarakat yang menemukan adanya pungli oleh oknum jukir bisa langsung melapor ke kami melalui posko pengaduan di sisi selatan alun-alun,” terang Andri. (riz/mie)