Cuaca Kurang Bersahabat, Tangkapan Nelayan Kota Pasuruan Berkurang

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Beberapa hari terakhir, intensitas melaut nelayan di Kota Pasuruan menurun drastis. Hal itu dipicu dengan cuaca yang belum bersahabat.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah kapal nelayan tampak tertambat di Pelabuhan Kota Pasuruan Jumat (6/9) siang. Rata-rata mereka tidak melaut. Ada sebagian yang memilih untuk membersihkan kapal atau memperbaiki jaring.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri mengungkapkan, selama kemarau, nelayan jarang melaut. Kondisi ini disebabkan karena angin dan ombak yang relatif besar. Sehingga, demi keselamatan, meraka tidak melaut.

“Kapal kecil, rata-rata kalau anginnya besar ya tidak melaut. Kalau kapal besar dan sedang, ada yang memilih untuk tetap melaut,” ungkapnya.

Ihsan menjelaskan, kapal besar yang memilih melaut ini biasanya berlayar tidak sampai ke tengah. Namun, kalau kondisi apes, mereka pun hanya mendapatkan satu atau dua jenis ikan. Seperti ikan keting atau ikan ajan.

“Tak jarang kapal besar juga tidak dapat ikan. Karena cuaca panas, air laut pun ikut terpengaruh dan tangkapan ikan yang didapat juga tidak banyak,” sebut Ihsan.

Menurutnya, kondisi ini membuat sejumlah nelayan kecil dan sedang tidak melaut. Waktu luang ini biasanya dimanfaatkan oleh nelayan untuk memperbaiki alat tangkap, mulai dari jaring, mesin, hingga kapal yang digunakan.

“Kalau sebagian anak buah kapal (ABK) melakukan kerja serabutan, mulai menjadi tukang becak atau jadi kuli panggul untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya. (riz/mie)