alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Anggaran Pilkades Tahap Kedua Bakal Dipecah

KRAKSAAN, Radar Bromo– Belum jelasnya gelaran Pilkades tahap dua yang diikuti oleh 253 desa juga berpengaruh pada anggaran yang akan digunakan. Baik pada tahapan maupun saat pelaksanaannya nanti. Jika nantinya gelaran Pilkades akan berlangsung Februari 2022, maka akan ada pemecahan anggaran.

Pemecahan anggaran yang dimaksud ialah, pemecahan pada pelaksanaan tahapan dan saat pencoblosan. Tentunya, apabila Pilkades digelar pada Februari 2022, maka tahapan akan dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya, yakni pada 2021.

“Untuk tahapannya nanti akan di bahas pada Perubahan APBD 2021. Sementara tahapan yang ada pada 2022, akan menggunakan APBD Tahun 2022. Itu jika gelaran Pilkades dilakukan pada Februari 2022. Jadi akan dipecah menjadi dua anggarannya,” ujar Kepala Bagian Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina, Jumat (6/8).

Dewi menambahkan, pihaknya tidak dapat memastikan, berapa persen pembagian anggaran tersebut nantinya. Menurutnya, akan di bahas pada pembahasan P-APBD 2021 yang akan dilaksanakan pada pertengahan Agustus ini.

“Nanti masih akan dibahas oleh tim anggaran, untuk kemudian dibawa ke meja Banggar. Nah baru sudah bisa diketahui berapanya. Saat ini belum bisa memastikan berapa pembagianya,” ujarnya.

Masih kata Dewi, anggaran yang akan digunakan akan banyak menggunakan anggaran APBD 2022. Sebab menurutnya, anggaran Pilkades yang banyak ada pada saat pencoblosan berlangsung.

“Sebagian kecil untuk anggaran P-APBD yang akan digunakan. Sebab hanya tahapan saja, yang besar itu ada pada saat pencoblosan,” ujarnya.

Sesuai dari usulan KUA PPAS TA 2022 yang telah disetujui oleh pihak Legeslatif maupun Eksekutif beberapa waktu lalu, anggaran Pilkades sekitar Rp 28,7 miliar. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Belum jelasnya gelaran Pilkades tahap dua yang diikuti oleh 253 desa juga berpengaruh pada anggaran yang akan digunakan. Baik pada tahapan maupun saat pelaksanaannya nanti. Jika nantinya gelaran Pilkades akan berlangsung Februari 2022, maka akan ada pemecahan anggaran.

Pemecahan anggaran yang dimaksud ialah, pemecahan pada pelaksanaan tahapan dan saat pencoblosan. Tentunya, apabila Pilkades digelar pada Februari 2022, maka tahapan akan dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya, yakni pada 2021.

“Untuk tahapannya nanti akan di bahas pada Perubahan APBD 2021. Sementara tahapan yang ada pada 2022, akan menggunakan APBD Tahun 2022. Itu jika gelaran Pilkades dilakukan pada Februari 2022. Jadi akan dipecah menjadi dua anggarannya,” ujar Kepala Bagian Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina, Jumat (6/8).

Dewi menambahkan, pihaknya tidak dapat memastikan, berapa persen pembagian anggaran tersebut nantinya. Menurutnya, akan di bahas pada pembahasan P-APBD 2021 yang akan dilaksanakan pada pertengahan Agustus ini.

“Nanti masih akan dibahas oleh tim anggaran, untuk kemudian dibawa ke meja Banggar. Nah baru sudah bisa diketahui berapanya. Saat ini belum bisa memastikan berapa pembagianya,” ujarnya.

Masih kata Dewi, anggaran yang akan digunakan akan banyak menggunakan anggaran APBD 2022. Sebab menurutnya, anggaran Pilkades yang banyak ada pada saat pencoblosan berlangsung.

“Sebagian kecil untuk anggaran P-APBD yang akan digunakan. Sebab hanya tahapan saja, yang besar itu ada pada saat pencoblosan,” ujarnya.

Sesuai dari usulan KUA PPAS TA 2022 yang telah disetujui oleh pihak Legeslatif maupun Eksekutif beberapa waktu lalu, anggaran Pilkades sekitar Rp 28,7 miliar. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/