Ini Aturan ASN Pemkab Pasuruan selama Ramadan

TUTUP AURAT: Dua pegawai di lingkungan Pemkab Pasuruan melintas di depan kantor Pemkab Pasuruan. Selama Ramadan, para pegawai muslim diharuskan berkopiah dan berjilbab. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Memasuki Ramadan 1440 Hijriah, Pemkab Pasuruan tidak hanya memangkas jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, juga mewajibkan mereka yang beragama Islam untuk memakai kopiah dan berjilbab.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Agus Sutiadji mengatakan, terkait jam kerja mengikuti Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Nomor 394/2019 tentang Penetapan Jam Kerja Bulan Ramadan 1440 H. Oleh Pemkab Pasuruan, SE ini dipertegas dengan SE Nomor 800/605/424.103/2019 tentang Jadwal Jam Kerja Selama Ramadan.

“Jam kerja kami mengikuti edaran dari Pusat. Sehingga, ada pemangkasan jam kerja di awal dipotong setengah jam dan di akhir juga lebih awal setengah jam,” ujarnya.

Agus mengatakan, sejatinya jam kerja tetap sama seperti hari biasa. Hanya saja, tidak waktu istirahat. Sehingga, pegawai bisa bergantian ataupun menyempatkan waktunya untuk salat berjamaah.

Selain itu, Pemkab Pasuruan juga mewajibkan ASN untuk menggunakan kopiah dan berjilbab selama bekerja pada Ramadan. “Ini untuk ASN yang beragama Islam. Untuk laki-laki kami wajibkan memakai songkok dan yang perempuan memakai jilbab,” ujarnya.

Imbauan ini agar nuansa Ramadan, lebih terasa. Juga terkait salat berjamaah memang sudah diimbau sejak lama dilakukan, tak hanya saat Ramadan. “Selain salat berjamaah yang sudah rutin dilakukan, sebelum ini juga ada pengajian rutin di setiap dinas. Biasanya hari Jumat,” ujar Agus.

Tak kalah pentingnya, Pemkab juga meminta selama Ramadan, ASN tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Agus mengatakan, berpuasa tidak menjadikan alasan dan harus tetep bekerja secara optimal. (eka/rud)