alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Februari Puncak Musim Hujan, Waspadai Lahan Sawah Rusak

DRINGU, Radar Bromo– Puncak musim hujan diprediksi bisa terjadi Februari mendatang. Agar lahan pertanian tak rusak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo meminta petani untuk waspada. Pasalnya, saat puncak musim hujan nanti, lahan pertanian rentan rusak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani pada DKPP setempat Arif Kurniadi. Ia mengatakan, informasi yang didapatnya dari BMKG bahwa puncak musim hujan bisa terjadi Februari mendatang. Sehingga, perlu adanya kewaspadaan lebih dari para petani.

“Sebenarnya yang perlu diwaspadai itu tidak hanya saat puncak musim hujan. Namun saat hujan mulai mengguyur. Sebab, serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) mulai biasanya terjadi. Dan lahan pertanian yang rentan memang ada di puncak penghujan. Hujan dapat menyebabkan kerusakan akibat bencana,” beber Arif Kurniadi.

Ia mengatakan jika pada musim hujan memang sering terjadi serangan OPT. Meski begitu sejauh ini, pihaknya masih belum mendapatkan laporan adanya serangan OPT di kalangan petani.

“Sejauh ini belum ada. Namun, saat puncak itu bencana yang sulit dihindari. Sebab, untuk diantisipasi memang  sulit. Berbeda dengan serangan OPT,” jelasnya.

Arif mengatakan jika saat musim hujan, serangan OPT biasanya ada pada jenis tikus dan wereng coklat. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah obat-obatan yang dapat mengatasi hal tersebut.

“Jika nanti ada serangan OPT, kami sudah siap. Misal pestisida dan obat-obatan lain. Jadi antisipasinya ke sana. Di gudang siap dikeluarkan jika memang ada serangan,” bebernya.

Wilayah mana saja yang rentan akan kerusakan lahan akibat serangan OPD?  Arif menyebutkan jika serangan OPT saat musim hujan ini sangat rentan dialami oleh wilayah yang melakukan penanaman padi.

“Rata-rata saat musim hujan memang petani di Kabupaten Probolinggo banyak yang menanam padi. Sehingga, serangan banyak ke lahan padi,” jelasnya. (mu/fun)

DRINGU, Radar Bromo– Puncak musim hujan diprediksi bisa terjadi Februari mendatang. Agar lahan pertanian tak rusak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo meminta petani untuk waspada. Pasalnya, saat puncak musim hujan nanti, lahan pertanian rentan rusak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani pada DKPP setempat Arif Kurniadi. Ia mengatakan, informasi yang didapatnya dari BMKG bahwa puncak musim hujan bisa terjadi Februari mendatang. Sehingga, perlu adanya kewaspadaan lebih dari para petani.

“Sebenarnya yang perlu diwaspadai itu tidak hanya saat puncak musim hujan. Namun saat hujan mulai mengguyur. Sebab, serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) mulai biasanya terjadi. Dan lahan pertanian yang rentan memang ada di puncak penghujan. Hujan dapat menyebabkan kerusakan akibat bencana,” beber Arif Kurniadi.

Ia mengatakan jika pada musim hujan memang sering terjadi serangan OPT. Meski begitu sejauh ini, pihaknya masih belum mendapatkan laporan adanya serangan OPT di kalangan petani.

“Sejauh ini belum ada. Namun, saat puncak itu bencana yang sulit dihindari. Sebab, untuk diantisipasi memang  sulit. Berbeda dengan serangan OPT,” jelasnya.

Arif mengatakan jika saat musim hujan, serangan OPT biasanya ada pada jenis tikus dan wereng coklat. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah obat-obatan yang dapat mengatasi hal tersebut.

“Jika nanti ada serangan OPT, kami sudah siap. Misal pestisida dan obat-obatan lain. Jadi antisipasinya ke sana. Di gudang siap dikeluarkan jika memang ada serangan,” bebernya.

Wilayah mana saja yang rentan akan kerusakan lahan akibat serangan OPD?  Arif menyebutkan jika serangan OPT saat musim hujan ini sangat rentan dialami oleh wilayah yang melakukan penanaman padi.

“Rata-rata saat musim hujan memang petani di Kabupaten Probolinggo banyak yang menanam padi. Sehingga, serangan banyak ke lahan padi,” jelasnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/