Radar Bromo

Bagian Kesra Kota Probolinggo Gelar Pelatihan Cara Memandikan Jenazah

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setretariat Daerah Kota Probolinggo berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara memandikan jenazah yang sesuai syariat Islam dan segi kesehatan. Karenanya, digelarlah Pelatihan Tata Cara Memandikan Jenazah di Ballroom Paseban Sena, pada Rabu-Kamis (4-5/12).

 

PENGETAHUAN masyarakat dalam merawat jenazah terus ditingkatkan. Tata cara memandikan jenazah, baik secara syariat Islam maupun medis perlu diketahui. Begitu juga dengan peralatan yang dibutuhkan dalam memandikan jenazah.

Pelatihan ini diikuti oleh 200 peserta. Mereka berasal dari staf kecamatan dan perwakilan masing-masing kelurahan se-Kota Probolinggo. Setiap kelurahan di wakili oleh tiga laki-laki dan tiga perempuan. Ada juga dari FKUB Kota Probolinggo, serta perwakilan dari agama Budha, Hindu, dan Kristen.

SAMBUTAN: Kepala Bagian Kesra Setda Kota Probolinggo Chairul Anam berikan sambutan dalam Pelatihan Tata Cara Memandikan Jenazah, kemarin.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Probolinggo Chairul Anam mengatakan, dalam hukum Islam, jika seorang muslim meninggal dunia hukumnya fardu kifayah atas orang-orang muslim yang masih hidup untuk menyelenggarakan empat perkara. Yakni, memandikan, mengkafani, mensalatkan, dan menguburkannya.

“Namun, kenyataannya masih banyak dijumpai dalam kehindupan sehari-hari umat Islam yang belum mengetahui tata cara mengurus jenazah,” ujarnya.

Karena itu, diperlukan pelatihan atau pembinaan perawatan jenazah, baik secara teori maupun praktik. Apalagi, kematian tidak dapat diprediksi, sehingga perawatan jenazah dibutuhkan masyarakat.

“Rasanya perlu untuk memberikan pemahaman dan pembinaan secara teori maupun praktik tentang memandikan jenazah sesuai syariat Islam dan standar operasional medis agar mereka mempunyai dasar,” ujarnya.

LAPORAN: Kasubag Kesejahteraan Sosial Kesra Setda Kota Probolinggo Ismil Farida membacakan laporan kegiatan.

Kasubag Kesejahteraan Sosial Bagian Kesra Setda Kota Probolinggo Ismil Farida dalam laporan panitianya mengatakan adanya pelatihan ini juga untuk meningkatkan wawasan masyarakat dalam merawat jenazah sesuai syariat Islam dan kesehatan.

 

Karenanya, dalam kegiatan ini dihadirkan narasumber berkompeten di bidangnya. Di antaranya ada dari Kementerian Agama Kota Probolinggo, Majelis Ulama Indonesia Kota Probolinggo, dan dari Dinas Kesehatan Kota Probolinggo. “Untuk mengetahui pelatihan dapat dipahami, pada akhir kegiatan dibuat sistem lomba. Peserta juga mendapatkan sertifikat telah mengikuti pelatihan,” ujarnya.

KATEGORI WANITA: Tim peserta perempuan terbaik dalam praktik memandikan jenazah dari beberapa kelurahan berpose bersama.

Pihaknya berharap para peserta yang sudah mengikuti kegiatan dapat menyosialisasikan kepada masyarakat. Baik dalam kegiatan pengajian-pengajian, pertemuan PKK, atau pertemuan yang lainnya. Sehingga, ilmu dan keahlian yang telah didapatkan dapat disebarluaskan. (ar/*)