Cegah Radikalisme, 30 Guru Kota Probolinggo Dalami Wawasan Kebangsaan

MAYANGAN – Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo terus berupaya mencegah munculnya paham radikalisme di dunia pendidikan. Karenanya, Disdikpora membekali 30 guru dari Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar (SD) di Kota Probolinggo dengan pemahaman tentang kebangsaan.

Kepala Disdikpora Kota Probolinggo Muhammad Maskur mengatakan, pembinaan ini bertujuan mengantisipasi adanya paham radikalisme di sekolah. “Ini, sebagai antisipasi saja. Mereka 30 guru ditatar wawasan kebangsaan agar tidak terjerumus dalam radikalisme. Sehingga, menciptakan Kota Probolinggo yang aman dan damai,” ujarnya.

Maskur mengatakan, bukan berarti 30 guru dari TK dan SD itu mengikuti atau terjerumus dalam paham redikalisme. Namun, kegiatan ini murni sebagai bentuk antisipasi. “Ini hanya antisipasi bahwa perlu adanya penguatan wawasan kebangsaan terhadap para guru,” ujarnya.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal membenarkan adanya 30 guru yang mendapatkan pembinaan tentang wawasan kebangsaan. Tujuannya, memperkuat jiwa kebangsaan mereka. “Yang menyeleksi 30 guru itu Disdikpora. Kami hanya memberikan materi pemahaman kebangsaan. Bukan berarti 30 guru itu terindikasi mengikuti paham radikalisme,” ujarnya.

Pihaknya berharap seorang guru mampu membimbing dan mengatur anaknya untuk cinta tanah air dan NKRI. “Intinya, guru tidak boleh memiliki paham atau pemikiran radikal. Karena merupakan tindakan intoleransi. NKRI tidak hanya dimiliki satu agama, namun berbagai agama. Karena itu, kita harus rukun dan damai untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya. (rpd/rud)