Saat Kemarau, Petani di Kab Pasuruan Didorong Produksi Kacang Hijau

BANGIL, Radar Bromo – Musim kemarau bisa mempengaruhi sektor pertanian. Berkurangnya ketersediaan air akan menyulitkan petani jika hanya mengandalkan tanaman padi. Khususnya, di lahan-lahan yang mengandalkan tadah hujan.

Karenanya, Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan menyarakan petani untuk mencari tanaman alternatif yang bisa dibudidayakan saat kemarau. Salah satunya adalah kacang hijau.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Yetti Purwaningsih mengatakan, kacang hijau memang bukan komoditas unggulan di Kabupaten Pasuruan. Namun, tanaman ini merupakan komoditas yang tetap dikembangkan.

Karenanya, Pemkab terus mendorong pembudidayaannya. Supaya, tingkat produksi tanaman kacang hijau di Kabupaten Pasuruan, menanjak. “Budi daya kacang hijau bisa menjadi alternatif bagi petani saat musim kemarau,” ujarnya.

Beberapa hal bisa menjadi pertimbangan untuk pembudidayaan kacang hijau. Selain minim kebutuhan air, harga tanaman ini cukup menggiurkan. Karena di pasaran harga kacang hijau bisa mencapai Rp 20 ribu per kilogram.

Yetti mengatakan, dukungan pemerintah dalam pengembangan budi daya kacang hijau, salah satunya dengan bantuan bibit. Sebanyak 6,25 ton benih kacang hijau dibagikan kepada masyarakat. Benih itu bisa ditebar untuk lahan seluas 25 hektare.

“Luas lahan pertanian kacang hijau di Kabupaten Pasuruan mencapai 145 hektare,” ujarnya. Tahun kemarin, tingkat produksi kacang hijau di Kabupaten Pasuruan, mencapai 130 ton. Pihaknya berharap produksi tahun ini bisa naik 7 persen. (one/rud/fun)