Logistik Paket Bantuan Makanan Menipis, Jelang Kemarau BPBD Ajukan Tambahan

BANGIL, Radar Bromo – Cadangan logistik berupa paket makanan kaleng di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, menipis. Karenanya, menjelang musim kemarau, BPBD kembali mengajukan cadangan makanan instan untuk kebutuhan kedaruratan ke Pemprov dan Pemerintah Pusat.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pasuruan Dulbari mengungkapkan, menjelang musim kemarau, pihaknya mengajukan kembali tambahan paket logistik berupa makanan instan. Permohonan itu diajukan ke BPBD Provinsi Jawa Timur.

“Ini lantaran kebutuhan makanan instan untuk kedararutan juga perlu. Apalagi, jika ada bencana, seperti kebakaran rumah, bahkan kebakaran hutan,” ujarnya.

Tertutama kata Dulbari, bila terjadi kebakaran hutan, makanan instan ini sangat diperlukan. Sebab, kondisi medan bisa jadi jauh dari pemukiman. Saat itulah, paket logistik berupa makanan siap saji sangat dibutuhkan. Karenanya, sebelum kemarau, BPBD harus menyetok logistik sehingga saat dibutuhkan sudah siap.

Saat ini stok paket makanan logistik masih tersisa 60 paket. Untuk satu paket biasanya ada tiga kaleng yang berisi karbohidrat, sayur, dan lauk. Sebelumnya kuota 55 paket logistik diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 yang menjalani karantina mandiri di Kecamatan Gempol.

“Sebelumnya, minggu lalu kami berikan 55 paket logistik kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang isolasi mandiri. Sini stok logistik masih tersisa 60 paket,” ujarnya.

Kini, BPBD Kabupaten Pasuruan sudah mengajukan tambahan ke Provinsi Jatim. Harapannya, paket logistik bisa bertambah sebelum kemarau tiba, sehingga bisa menjadi pasokan pangan untuk kegiatan kedaruratan. (eka/rud/fun)