alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Hati-Hati, Zakat Fitrah Bisa Jadi Haram

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Sejak kapan dan sampai kapan seseorang wajib mengeluarkan zakat fitrah? Ada yang mengatakan, anak dalam kandungan sudah wajib dizakati. Banyak juga masyarakat yang meniatkan zakat fitrah untuk kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia.

Wassamu’alaikum Wr. Wb.

WINDI, Kedopok, Probolinggo


Waalaikum Salam Wr. Wb.

ULAMA ahli fikih membagi waktu pelaksanaan zakat fitrah menjadi lima. Dengan mengetahui pembagian waktu ini, maka jawaban dari pertanyaan di atas akan terjawab.

Pertama, waktu wajib. Yakni, ketika seseorang menjumpai bulan Ramadan dan menjumpai sebagian dari tanggal 1 Syawal.

Karenanya, orang yang meninggal pada malam 1 Syawal setelah masuk waktu Magrib, wajib dizakati. Sebab, dia masih menjumpai bulan Ramadan dan sebagian bulan Syawal.

Berbeda dengan bayi yang lahir pada malam 1 Syawal setelah masuk waktu Magrib. Tidak wajib dizakati. Karena dia wujud ke dunia tidak menjumpai bulan Ramadan dan hanya menjumpai bulan syawal. Selain kategori ini, tidak ditemukan dalil soal kewajiban zakat bagi bayi yang belum lahir atau pun orang yang sudah meninggal.

Kedua, waktu jawaz. Artinya, waktu yang diperbolehkan. Yaitu, sejak masuk bulan Ramadan sampai akhir Ramadan. Ketiga, waktu fadhilah, artinya waktu yang utama. Waktunya setelah terbit fajar pada 1 Syawal dan sebelum salat Hari Raya Idul Fitri.

Keempat, waktu makruh. Yaitu, zakat yang dilakukan setelah salat Hari Raya Idul Fitri sampai menjelang tenggelamnya matahari pada 1 Syawal. Kecuali, ada uzur. Misalnya, menunggu kerabat atau orang yang lebih membutuhkan terhadap zakat tersebut, maka hukumnya menjadi tidak makruh.

Kelima, waktu haram. Yaitu, mengeluarkan zakat setelah tenggelamnya matahari pada 1 Syawal kecuali ada uzur. Misalnya, harta orang tersebut tidak berada di tempat atau dalam posisi menanti orang yang berhak menerima zakat. Maka, hukumnya tidak haram. Selain itu, status dari zakat yang dikeluarkan setelah tenggelamnya matahari pada 1 Syawal disebut zakat qada. Wallahu a’lam bisshowab. (*)

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Sejak kapan dan sampai kapan seseorang wajib mengeluarkan zakat fitrah? Ada yang mengatakan, anak dalam kandungan sudah wajib dizakati. Banyak juga masyarakat yang meniatkan zakat fitrah untuk kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia.

Wassamu’alaikum Wr. Wb.

WINDI, Kedopok, Probolinggo


Waalaikum Salam Wr. Wb.

ULAMA ahli fikih membagi waktu pelaksanaan zakat fitrah menjadi lima. Dengan mengetahui pembagian waktu ini, maka jawaban dari pertanyaan di atas akan terjawab.

Pertama, waktu wajib. Yakni, ketika seseorang menjumpai bulan Ramadan dan menjumpai sebagian dari tanggal 1 Syawal.

Karenanya, orang yang meninggal pada malam 1 Syawal setelah masuk waktu Magrib, wajib dizakati. Sebab, dia masih menjumpai bulan Ramadan dan sebagian bulan Syawal.

Berbeda dengan bayi yang lahir pada malam 1 Syawal setelah masuk waktu Magrib. Tidak wajib dizakati. Karena dia wujud ke dunia tidak menjumpai bulan Ramadan dan hanya menjumpai bulan syawal. Selain kategori ini, tidak ditemukan dalil soal kewajiban zakat bagi bayi yang belum lahir atau pun orang yang sudah meninggal.

Kedua, waktu jawaz. Artinya, waktu yang diperbolehkan. Yaitu, sejak masuk bulan Ramadan sampai akhir Ramadan. Ketiga, waktu fadhilah, artinya waktu yang utama. Waktunya setelah terbit fajar pada 1 Syawal dan sebelum salat Hari Raya Idul Fitri.

Keempat, waktu makruh. Yaitu, zakat yang dilakukan setelah salat Hari Raya Idul Fitri sampai menjelang tenggelamnya matahari pada 1 Syawal. Kecuali, ada uzur. Misalnya, menunggu kerabat atau orang yang lebih membutuhkan terhadap zakat tersebut, maka hukumnya menjadi tidak makruh.

Kelima, waktu haram. Yaitu, mengeluarkan zakat setelah tenggelamnya matahari pada 1 Syawal kecuali ada uzur. Misalnya, harta orang tersebut tidak berada di tempat atau dalam posisi menanti orang yang berhak menerima zakat. Maka, hukumnya tidak haram. Selain itu, status dari zakat yang dikeluarkan setelah tenggelamnya matahari pada 1 Syawal disebut zakat qada. Wallahu a’lam bisshowab. (*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/