alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Masih Ada IKM yang Kesulitan Menentukan Harga

KADEMANGAN, Radar Bromo – Masa presentasi IKM Award 2019 gelaran DKUPP Kota Probolinggo, masih terus bergulir. Rabu (4/9), kembali ada 10 peserta yang melakukan presentasi di hadapan juri. Ternyata, masih ada pelaku IKM yang kesulitan menentukan harga. Baik untuk harga pokok produksi maupun harga jual produksi kepada reseller.

Hal ini terungkap dalam penampilan sejumlah IKM ketika melakukan prsesntasi produknya. Sejumlah IKM telah memiliki penampilan kemasan yang baik. Namun, harga jualnya perlu ditingkatkan untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Salah satunya IKM Avixel yang menjual produk makanan kering seperti kue kacang. Dari segi kemasan, kue kacangnya telah dikemas sangat menarik. “Saya jual ini ke reseler seharga Rp 13 ribu. Kalau di salah satu toko di Pasuruan sampai Rp 15 ribu,” ujar pemilik IKM Avixel, At Octa Vianto Decianto.

Salah seorang juri H.A. Suyuti mengatakan, produknya bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi. Apalagi, bila dilengkapi kemasan yang menarin. “Ini bisa sebenarnya sampai Rp 23 ribu, harganya masih bersaing,” ujarnya.

Juri dari Forum CSR Sudarmanto membenarkan masih ada pelaku IKM yang kesulitan menetukan harga jual produk. Seharusnya, harus diketahui dengan tepat harga pokok produksi (HPP). “Setelah HPP diketahui, bisa ditentukan margin keuntungannya. Tadi, ada yang mengambil keuntungan sedikit dengan menjual produknya seharga Rp 10 ribu. Padahal, reselernya bisa menjual sampai Rp 25 ribu. Artinya, pedagang mendapatkan keuntungan Rp 15 ribu,” ujarnya.

Diketahui, event ini digelar DKUPP Kota Probolinggo bersama Jawa Pos Radar Bromo. Total pesertanya ada 50 IKM. Masing-masing 10 IKM dari lima kecamatan di Kota Probolinggo. (put/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Masa presentasi IKM Award 2019 gelaran DKUPP Kota Probolinggo, masih terus bergulir. Rabu (4/9), kembali ada 10 peserta yang melakukan presentasi di hadapan juri. Ternyata, masih ada pelaku IKM yang kesulitan menentukan harga. Baik untuk harga pokok produksi maupun harga jual produksi kepada reseller.

Hal ini terungkap dalam penampilan sejumlah IKM ketika melakukan prsesntasi produknya. Sejumlah IKM telah memiliki penampilan kemasan yang baik. Namun, harga jualnya perlu ditingkatkan untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Salah satunya IKM Avixel yang menjual produk makanan kering seperti kue kacang. Dari segi kemasan, kue kacangnya telah dikemas sangat menarik. “Saya jual ini ke reseler seharga Rp 13 ribu. Kalau di salah satu toko di Pasuruan sampai Rp 15 ribu,” ujar pemilik IKM Avixel, At Octa Vianto Decianto.

Salah seorang juri H.A. Suyuti mengatakan, produknya bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi. Apalagi, bila dilengkapi kemasan yang menarin. “Ini bisa sebenarnya sampai Rp 23 ribu, harganya masih bersaing,” ujarnya.

Juri dari Forum CSR Sudarmanto membenarkan masih ada pelaku IKM yang kesulitan menetukan harga jual produk. Seharusnya, harus diketahui dengan tepat harga pokok produksi (HPP). “Setelah HPP diketahui, bisa ditentukan margin keuntungannya. Tadi, ada yang mengambil keuntungan sedikit dengan menjual produknya seharga Rp 10 ribu. Padahal, reselernya bisa menjual sampai Rp 25 ribu. Artinya, pedagang mendapatkan keuntungan Rp 15 ribu,” ujarnya.

Diketahui, event ini digelar DKUPP Kota Probolinggo bersama Jawa Pos Radar Bromo. Total pesertanya ada 50 IKM. Masing-masing 10 IKM dari lima kecamatan di Kota Probolinggo. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/