612 Pencaker Kota Probolinggo Berebut 253 Lowongan kerja

KEDOPOK, Radar BromoDemi mengurangi angka pengangguran, Disnaker Kota Probolinggo menggelar Job Fair Mini. Kemarin, kegiatan yang diikuti 13 perusahaan ini digelar di SMKN 1 Kota Probolinggo.

Namun, ternyata tidak semua pencari kerja (pencaker) bisa terserap dalam lowongan kerja yang disediakan. Pencaker yang terserap paling tinggi untuk lowongan kerja dengan kualifikasi lulusan SMA-SMK.

“Kalau dalam job market fair tentu kami menargetkan 100 persen pencari kerja terserap. Tapi, realitasnya tidak seperti itu,” ujar Kasi Penempatan Kerja Disnaker Kota Probolinggo Pramono usai pembukaan Job Fair Mini di SMKN 1 Kota Probolinggo, kemarin.

Menurutnya, lowongan khusus SMA-SMK bisa terserap sampai 90 persen. “Sedangkan, untuk lowongan dengan kualifikasi pendidikan D-3 dan S-1 hanya terpenuhi sekitar 50 persen,” ujarnya.

ANTRE: Sejumlah pencaker mengantre ketika mengikuti Job Fair Mini di SMKN 1 Probolinggo, Kamis (5/9). (Zainal Arifin/ Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena ketidaksesuaian antara permintaan perusahaan untuk  kualifikasi pendidikan dengan pendidikan pencaker. “Akhirnya, tidak semua lowongan kerja bisa terpenuhi dalam job market fair,” ujarnya.

Dalam Job Fair Mini ini diikuti 13 perusahaan. Tujuh perusahaan dari Kota Probolinggo, tiga perusahaan dari Jember, dua perusahaan dari Surabaya, dan satu perusahaan dari Malang.

Dari 253 lowongan yang disediakan, total ada 612 pencaker yang ikut job fair mini. Total formulir pendaftaran mencapai 979. (put/rud)