alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Sering Ditutup, Pendaki ke Arjuno-Welirang Cuma 75 Orang

PRIGEN, Radar Bromo– Para pendaki yang hendak menuju puncak Arjuno dan Welirang, dalam dua pekan ke depan harus mengurungkan niatnya. Kini semua pintu masuk menuju gunung yang berada di wilayah Tahura R. Soerjo, ini ditutup.

Dua pos izin pendakian itu berada di Tretes, Prigen dan Tambaksari, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Penutupan ini bersamaan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa-Bali, selama 3-20 Juli.

“Sama dengan tempat wisata pada umumnya. Jalur pendakian ke Arjuno dan Welirang, juga tutup sementara. Selama PPKM Darurat,” ujar Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi.

INDAH: Seorang pengendara motor melintas di jalan dengan latar belakang Gunung Arjuno. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Penutupan sementara ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Meski tutup sementara, staf dan petugas patrol pengamanan hutan tetap bekerja.

“Apa yang sudah diputuskan pemerintah, kami ikuti. Toh, ini semua demi kebaikan bersama. Karena pandemi masih berlangsung. Apalagi tren kasusnya saat ini meningkat,” ujarnya.

Selama ini, Puncak Arjuno dan Welirang menarik perhatian para pendaki. Saban tahun, ribuan pendaki berusaha menggapai puncaknya. Tahun kemarin, tercatat ada 220 ribu orang yang mendaki Arjuno dan Welirang. Tahun ini, sejak Januari hingga akhir Juni, baru mencapai 75 orang. (zal/rud)

PRIGEN, Radar Bromo– Para pendaki yang hendak menuju puncak Arjuno dan Welirang, dalam dua pekan ke depan harus mengurungkan niatnya. Kini semua pintu masuk menuju gunung yang berada di wilayah Tahura R. Soerjo, ini ditutup.

Dua pos izin pendakian itu berada di Tretes, Prigen dan Tambaksari, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Penutupan ini bersamaan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa-Bali, selama 3-20 Juli.

“Sama dengan tempat wisata pada umumnya. Jalur pendakian ke Arjuno dan Welirang, juga tutup sementara. Selama PPKM Darurat,” ujar Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi.

INDAH: Seorang pengendara motor melintas di jalan dengan latar belakang Gunung Arjuno. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Penutupan sementara ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Meski tutup sementara, staf dan petugas patrol pengamanan hutan tetap bekerja.

“Apa yang sudah diputuskan pemerintah, kami ikuti. Toh, ini semua demi kebaikan bersama. Karena pandemi masih berlangsung. Apalagi tren kasusnya saat ini meningkat,” ujarnya.

Selama ini, Puncak Arjuno dan Welirang menarik perhatian para pendaki. Saban tahun, ribuan pendaki berusaha menggapai puncaknya. Tahun kemarin, tercatat ada 220 ribu orang yang mendaki Arjuno dan Welirang. Tahun ini, sejak Januari hingga akhir Juni, baru mencapai 75 orang. (zal/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/