alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Upayakan UKM Kota Dapat Tempat di Rest Area Tol Paspro

 

KANIGARAN-Keberadaan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) jadi perhatian Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo. Tol dinilai berdampak pada UKM di wilayah Kota Probolinggo.

Lantaran itu, DKUPP setempat akan membangun komunikasi dengan Pemkab Probolinggo. Harapannya, produk UKM kota bisa dijual di rest area tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

“Kami akan membangun komunikasi dengan pemkab terkait pengisian produk UKM di rest area tol Paspro nantinya. Sekarang masih belum,” ujar Kepala DKUPP Kota Probolinggo Gatot Wahyudi.

Gatot –sapaan akrabnya – mengakui, dampak tol Paspro pada pendapatan UKM sudah mulai banyak dirasakan. Padahal, tol Paspro baru difungsionalkan. Hal ini, menurut Gatot, tidak hanya dirasakan oleh UKM di kota mangga saja. UKM di daerah lain yang juga wilayahnya dilalui tol, juga merasakan hal yang sama.

“Di daerah lain seperti Pasuruan dan Bangil, juga terasa penurunan konsumennya. Seperti warung rawon di Bangil juga merasakan,” katanya. “Karena itu, kami menganggap perlu adanya upaya-upaya untuk mengantisipasi ini,” imbuh mantan Kabag Humas Protokol itu.

DKUPP saat ini menampung usulan dari pelaku UKM, untuk mengantisipasi turunnya pendapatan warga pasca dioperasionalkannya tol. Seperti, usulan PKL oleh-oleh Ketapang, terkait penunjuk arah menuju pusat oleh-oleh. “Usulan itu bisa direalisasikan. Ada rambu yang menunjukkan lokasi pusat oleh-oleh Ketapang,” ujarnya.

Diketahui, selama libur Natal dan tahun baru, penjualan produk oleh-oleh Ketapang mnegalami penurunan yang signifikan. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada produk tape, namun produk makanan-minuman lainnya pun mengalami penurunan.

Akibat turunnya penjualan ini, membuat omzet jauh merosot dibandingkan liburan Natal dan tahun baru 2017. “Tahun 2017, liburan Natal dan tahun baru bisa jual tape sampai 7-8 kuintal setiap hari. Sekarang hanya 2 kuintal. Banyak yang lewat tol fungsional itu,” ujar Putri, salah satu pedagang oleh-oleh Ketapang. (put/rf)

 

 

KANIGARAN-Keberadaan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) jadi perhatian Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo. Tol dinilai berdampak pada UKM di wilayah Kota Probolinggo.

Lantaran itu, DKUPP setempat akan membangun komunikasi dengan Pemkab Probolinggo. Harapannya, produk UKM kota bisa dijual di rest area tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

“Kami akan membangun komunikasi dengan pemkab terkait pengisian produk UKM di rest area tol Paspro nantinya. Sekarang masih belum,” ujar Kepala DKUPP Kota Probolinggo Gatot Wahyudi.

Gatot –sapaan akrabnya – mengakui, dampak tol Paspro pada pendapatan UKM sudah mulai banyak dirasakan. Padahal, tol Paspro baru difungsionalkan. Hal ini, menurut Gatot, tidak hanya dirasakan oleh UKM di kota mangga saja. UKM di daerah lain yang juga wilayahnya dilalui tol, juga merasakan hal yang sama.

“Di daerah lain seperti Pasuruan dan Bangil, juga terasa penurunan konsumennya. Seperti warung rawon di Bangil juga merasakan,” katanya. “Karena itu, kami menganggap perlu adanya upaya-upaya untuk mengantisipasi ini,” imbuh mantan Kabag Humas Protokol itu.

DKUPP saat ini menampung usulan dari pelaku UKM, untuk mengantisipasi turunnya pendapatan warga pasca dioperasionalkannya tol. Seperti, usulan PKL oleh-oleh Ketapang, terkait penunjuk arah menuju pusat oleh-oleh. “Usulan itu bisa direalisasikan. Ada rambu yang menunjukkan lokasi pusat oleh-oleh Ketapang,” ujarnya.

Diketahui, selama libur Natal dan tahun baru, penjualan produk oleh-oleh Ketapang mnegalami penurunan yang signifikan. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada produk tape, namun produk makanan-minuman lainnya pun mengalami penurunan.

Akibat turunnya penjualan ini, membuat omzet jauh merosot dibandingkan liburan Natal dan tahun baru 2017. “Tahun 2017, liburan Natal dan tahun baru bisa jual tape sampai 7-8 kuintal setiap hari. Sekarang hanya 2 kuintal. Banyak yang lewat tol fungsional itu,” ujar Putri, salah satu pedagang oleh-oleh Ketapang. (put/rf)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/