alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Lomba Seni Tradisional Noasih, Boleh Kombinasikan Tradisional-Modern

WONOASIH, Radar Bromo – Pemerintah Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terus berusaha mengembangkan kesenian tradisional di wilayahnya. Salah satunya melalui Lomba Seni Tradisional Noasih.

Dalam lomba ini, warga Kecamatan Wonoasih bisa berkreasi dengan mengombinasikan seni tradisional dengan kesenian baru. Serta, dikolaborasikan dengan kebudayaan masyarakat Wonoasih.

“Kecamatan Wonoasih selama ini dikenal karena lingkungannya banyak pondok pesantren dan TPQ (Taman Pendidikan Alquran). Tidak heran di sini banyak kesenian hadrah,” ujar Camat Wonoasih Deus Nawandi.

Adanya Lomba Kesenian Tradisional Noasih, menurut Deus, bertujuan mendorong munculnya kesenian tradisional dari warga Wonoasih. Dengan memunculkan seni tradisional-baru di Kecamatan Wonoasih, diharapkan bisa menambah khazanah budaya di Kota Probolinggo.

“Bisa dengan mengombinasikan kesenian yang ada, misalnya hadrah dengan alat musik tradisional,” ujarnya. “Seperti di Kecamatan Mayangan, ada Kesenian Klabang Songo. Diharapkan di Kecamatan Wonoasih, juga ada kesenian tradisional yang dikembangkan masyarakat,” lanjut Deus.

Dalam lomba ini diharapkan warga di 6 kelurahan se-Kecamatan Wonoasih bisa menciptakan kreasi seni tradisional. “Sasaran utamanya kelompok masyarakat. Namun, jika ada peserta yang usia SD atau SMP boleh tampil sebagai perwakilan masyarakat bukan sekolah,” ujarnya.

Pendaftaran lomba ini akan dilakukan sejak 25 Oktober sampai 7 November 2019 di Kantor Jawa Pos Radar Bromo. Serta, akan digelar technical meeting pada 7 November 2019. (put/rud)

WONOASIH, Radar Bromo – Pemerintah Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terus berusaha mengembangkan kesenian tradisional di wilayahnya. Salah satunya melalui Lomba Seni Tradisional Noasih.

Dalam lomba ini, warga Kecamatan Wonoasih bisa berkreasi dengan mengombinasikan seni tradisional dengan kesenian baru. Serta, dikolaborasikan dengan kebudayaan masyarakat Wonoasih.

“Kecamatan Wonoasih selama ini dikenal karena lingkungannya banyak pondok pesantren dan TPQ (Taman Pendidikan Alquran). Tidak heran di sini banyak kesenian hadrah,” ujar Camat Wonoasih Deus Nawandi.

Adanya Lomba Kesenian Tradisional Noasih, menurut Deus, bertujuan mendorong munculnya kesenian tradisional dari warga Wonoasih. Dengan memunculkan seni tradisional-baru di Kecamatan Wonoasih, diharapkan bisa menambah khazanah budaya di Kota Probolinggo.

“Bisa dengan mengombinasikan kesenian yang ada, misalnya hadrah dengan alat musik tradisional,” ujarnya. “Seperti di Kecamatan Mayangan, ada Kesenian Klabang Songo. Diharapkan di Kecamatan Wonoasih, juga ada kesenian tradisional yang dikembangkan masyarakat,” lanjut Deus.

Dalam lomba ini diharapkan warga di 6 kelurahan se-Kecamatan Wonoasih bisa menciptakan kreasi seni tradisional. “Sasaran utamanya kelompok masyarakat. Namun, jika ada peserta yang usia SD atau SMP boleh tampil sebagai perwakilan masyarakat bukan sekolah,” ujarnya.

Pendaftaran lomba ini akan dilakukan sejak 25 Oktober sampai 7 November 2019 di Kantor Jawa Pos Radar Bromo. Serta, akan digelar technical meeting pada 7 November 2019. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/