25.5 C
Probolinggo
Saturday, December 10, 2022
spot_img

Total 12 Meninggal Dunia asal Pasuruan-Probolinggo di Tragedi Kanjuruhan

spot_img

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah korban meninggal dunia tragedi di Stadion Kanjuruhan mencatatkan angka 125 orang. Dari jumlah itu, total ada 12 orang yang berasal dari Pasuruan dan Probolinggo. Rinciannya delapan berasal dari Kabupaten Pasuruan, tiga asal Kabupaten Probolinggo dan satu dari Kota Probolinggo.

Dua belas korban yang meninggal, seluruhnya sudah dimakamkan. Jumlah 12 korban tersebut sudah terdata oleh masing-masing pemerintah daerah. Beberapa di antaranya juga sudah menerima bantuan.

Korban paling akhir yang dimakamkan adalah Hadi Nata, 21. Dia dimakamkan Minggu (2/10) di tempat pemakaman umum Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso. Korban dimakamkan usai dijemput pihak keluarga, dengan menggunakan mobil desa.

“Keluarga dan perwakilan desa menjemput siang di RSSA. Setelah berhasil dijemput, jenazah tiba malam hari dan langsung dimakamkan,” beber Shofwan, tokoh masyarakat di Desa Segoropuro.

Shofwan yang ikut mengantarkan jenazah menyebutkan, korban selama ini masih bujang dan baru bekerja di sebuah perusahaan di Kejayan. Kata Shofwan, korban terbilang berasal dari keluarga kurang mampu.

Tragedi yang menyita perhatian dunia tersebut menjadi sorotan bagi legislatif. Delapan korban yang meningal dunia adalah jumlah yang banyak. Itu belum termasuk korban luka-luka yang hingga saat ini belum terkonfirmasi jumlahnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mengaku, prihatin dengan insiden tersebut. Apalagi, ada warga Kabupaten Pasuruan yang turut menjadi korban.

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah korban meninggal dunia tragedi di Stadion Kanjuruhan mencatatkan angka 125 orang. Dari jumlah itu, total ada 12 orang yang berasal dari Pasuruan dan Probolinggo. Rinciannya delapan berasal dari Kabupaten Pasuruan, tiga asal Kabupaten Probolinggo dan satu dari Kota Probolinggo.

Dua belas korban yang meninggal, seluruhnya sudah dimakamkan. Jumlah 12 korban tersebut sudah terdata oleh masing-masing pemerintah daerah. Beberapa di antaranya juga sudah menerima bantuan.

Korban paling akhir yang dimakamkan adalah Hadi Nata, 21. Dia dimakamkan Minggu (2/10) di tempat pemakaman umum Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso. Korban dimakamkan usai dijemput pihak keluarga, dengan menggunakan mobil desa.

“Keluarga dan perwakilan desa menjemput siang di RSSA. Setelah berhasil dijemput, jenazah tiba malam hari dan langsung dimakamkan,” beber Shofwan, tokoh masyarakat di Desa Segoropuro.

Shofwan yang ikut mengantarkan jenazah menyebutkan, korban selama ini masih bujang dan baru bekerja di sebuah perusahaan di Kejayan. Kata Shofwan, korban terbilang berasal dari keluarga kurang mampu.

Tragedi yang menyita perhatian dunia tersebut menjadi sorotan bagi legislatif. Delapan korban yang meningal dunia adalah jumlah yang banyak. Itu belum termasuk korban luka-luka yang hingga saat ini belum terkonfirmasi jumlahnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mengaku, prihatin dengan insiden tersebut. Apalagi, ada warga Kabupaten Pasuruan yang turut menjadi korban.

Artikel Terkait

spot_img

Most Read

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
/