alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Outlet Tanaman Hias Ledug Masih Sepi, Pedagang Banyak Jualan Online

PRIGEN, Radar Bromo– Outlet tanaman hias di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, sudah beroperasi sejak dua tahun terakhir. Namun, outlet yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah dari APBD Kabupaten Pasuruan, ini masih sepi pengunjung.

Di dalamnya, ada sekitar 40 kios tanaman hias. Puluhan kios itu ditempati para penjual tanaman hias asal kelurahan setempat. “Hari-hari normal seperti ini, outlet tanaman hias minim pengunjung. Bisa dilihat sendiri. Tetapi, akan sedikit lebih ramai saat weekend dan libur nasional,” ujar salah seorang penjual tanaman hias, Supriyono.

Meski sepi, menurut Supriyono, para pedagang mencoba terus bertahan. Serta, berusaha menjual barangnya secara online. “Fasilitasnya cukup lengkap dan tempatnya strategis. Agar ramai kami berharap pemerintahan kecamatan dan kabupaten turun ke lapangan. Minimal membantu promosi dan sering membuat event, seperti pameran atau kontes tanaman hias di sini,” ujarnya.

Di sisi lain, Camat Prigen Mujiono mengatakan, sepinya pengunjung di outlet tanaman hias Ledug, merupakan sesuatu yang wajar. Karena baru dua tahun beroperasi dan butuh proses. “Kami di pemerintahan kecamatan tidak tinggal diam. Promosi tetap dilakukan. Terkait pameran atau sejenisnya, harus koordinasi dulu dengan instansi terkait,” ujarnya. (zal/fun)

 

PRIGEN, Radar Bromo– Outlet tanaman hias di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, sudah beroperasi sejak dua tahun terakhir. Namun, outlet yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah dari APBD Kabupaten Pasuruan, ini masih sepi pengunjung.

Di dalamnya, ada sekitar 40 kios tanaman hias. Puluhan kios itu ditempati para penjual tanaman hias asal kelurahan setempat. “Hari-hari normal seperti ini, outlet tanaman hias minim pengunjung. Bisa dilihat sendiri. Tetapi, akan sedikit lebih ramai saat weekend dan libur nasional,” ujar salah seorang penjual tanaman hias, Supriyono.

Meski sepi, menurut Supriyono, para pedagang mencoba terus bertahan. Serta, berusaha menjual barangnya secara online. “Fasilitasnya cukup lengkap dan tempatnya strategis. Agar ramai kami berharap pemerintahan kecamatan dan kabupaten turun ke lapangan. Minimal membantu promosi dan sering membuat event, seperti pameran atau kontes tanaman hias di sini,” ujarnya.

Di sisi lain, Camat Prigen Mujiono mengatakan, sepinya pengunjung di outlet tanaman hias Ledug, merupakan sesuatu yang wajar. Karena baru dua tahun beroperasi dan butuh proses. “Kami di pemerintahan kecamatan tidak tinggal diam. Promosi tetap dilakukan. Terkait pameran atau sejenisnya, harus koordinasi dulu dengan instansi terkait,” ujarnya. (zal/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/