alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Hadirkan Drum Band Konah, DKUPP Hibur Penonton Pawai Budaya Semipro

Drum Band Konah menjadi salah satu kontingen yang banyak mendapat perhatian penonton dalam Pawai Budaya dalam rangka Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) ke 11 tahun 2019, Minggu (1/9). Grup musik ini dihadirkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo.

 

DRUM BAND Konah berasal dari RW 9 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Kesenian ini telah berdiri sejak 1987. Selama ini, mereka sering tampil dalam pawai hajatan hingga peringatan HUT Kemerdekaan RI.

PAWAI: Iring-iringan kontingen DKUPP dalam Pawai Budaya Semipro yang mempersembahkan Drum Band Konah.

Minggu (1/9), DKUPP Kota Probolinggo menghadirkannya dalam Pawai Budaya Semipro. Kontingen dengan nomor urut 30 ini berbeda dengan kontingen lain. Maklum, semua krunya laki-laki tulen yang di-makeover ala gadis cantik bak primadona. Memakai wig, kalung, dan ber-legging. Meski perkusi dan snare drum yang digunakan dari kaleng bekas, namun mampu menghasilkan kombinasi musik yang meriah.

MENGHIBUR: Penampilan Drum Band Konah di Pawai Budaya Semipro.

Sang mayoret yang imut dan tiga maskot berbadan tambun yang asyik berjoged menarik reaksi Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M,. M.HP. Ia meminta sang tuan rumah kontingen, Kepala DKUPP Kota Probolinggo Drs. Gatot Wahyudi, M.Si. ikut berjoged bersama mereka.

Sontak gelak tawa pun pecah. Grup Drum Band Konah yang dihadirkan DKUPP ini menjadi hiburan tersendiri bagi para undangan dan penonton. Gatot mengatakan, adanya Drum Band Konah ini sesuai dengan tema Pawai Budaya tahun ini yakni Pelangi Budaya Pendalungan.

PERKUSI BEKAS : Drum Band Konah tampil di depan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. Meski dari bahan bekas, musik yang dihasilkan begitu menarik.

“Jadi, yang harus diangkat warna-warni potensi budaya lokal pendalungan milik Kota Probolinggo. Drum Band Konah berasal dari RW 9 Kelurahan Kebonsari Kulon, sudah ada sejak 1987. Biasa untuk pawai hajatan hingga peringatan 17-an,” ujarnya.

Keikutsertaan DKUPP dalam Pawai Budaya, menurut Gatot, bukan sekadar mengenalkan potensi Kota Probolinggo. Namun, juga berusaha mengedukasi penonton. “Penampilan drum band ini sekaligus edukasi, bahwa di Kota Probolinggo juga punya seni tradisi yang inovatif. Bahkan, mereka sering diminta tampil di luar daerah,” ujarnya. (*/el)

 

MOST READ

BERITA TERBARU