alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Menikmati Kopi Sehat, Tapi Jangan Sampai Ketergantungan

Ngopi dulu biar gak ngantuk. Inilah kata-kata yang sampai sekarang masih melekat. Kopi memiliki kandungan kafein, yang terkadang tidak semua orang menyukainya. Tapi belakangan coffee shop atau kedai kopi membanjir. Banyak outlet baru yang muncul, entah itu franchise atau membuat produk sendiri.

——————

COFFEE shop juga mempekerjakan karyawan maupun barista handal. Mereka tidak hanya menjual tempat yang nyaman, dengan segala fasilitas untuk memanjakan konsumen. Tapi coffee shop tentu bersaing, dengan kualitas kopi yang ditawarkan.

Bukan hanya skala kafe. Walau banyak bermunculan coffee shop modern, bukan berarti warung kopi ala kaki lima juga bukan berarti pudar. Tilik saja warung-warung kopi yang ada di Mal Poncol atau stadion Untung Suropati. Masih ramai jika malam. Tentu kopi yang ditawarkan juga berbeda.

Bagi sebagian besar, kopi adalah minuman yang menyehatkan. Bahkan ada yang harus minum kopi setiap hari. Contohnya saja Romadhoni, warga Panggungrejo, Kota Pasuruan. Di rumahnya, selalu ada produk kopi yang sudah menjadi langganannya sejak dia masih SMA. Produk itu asli buatan home industri di Kota Pasuruan dengan logo kereta api.

“Kopi itu harus masuk ke mulut setiap hari. Bila absen, kepala bisa cenat-cenut. Apalagi kalau lembur, istri pasti membuatkan,” beber Dhoni, panggilannya.

Hal berbeda dirasakan Agus Priambudi, warga Purutrejo. Dia mengaku, sejatinya tidak terlalu suka kopi. Tapi sejak coffee shop membanjir, Agus mengaku gemar minum kopi. “Karena kopi yang disediakan, ada campuran seperti susu. Lidah saya bisa mentoleransi, daripada kopi hitam yang kental. Entah mengapa,” katanya.

Di Indonesia, termasuk di Pasuruan, kopi adalah tanaman yang kini kian banyak ditemui. Produk kopinya ada yang sampai diekspor. Ada juga yang dikemas menjadi produk UKM, yang sudah mendapat sertifikat, sehingga aman dikonsumsi.

 

Jangan Sampai Berlebihan

Meminum kopi setiap hari dalam segi medis diperbolehkan. Hanya saja penikmat kopi tetap harus melihat batasan yang dimiliki oleh tubuh mereka. Asalkan tidak sampai ketergantungan, meminum kopi memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Praktisi gizi di Kota Pasuruan, dr. Ahmad Shohib mengungkapkan, segala jenis makanan yang berasal dari tumbuhan itu ada manfaatnya. Termasuk kopi. Karena di dalam kopi mengandung kafein dan zat santin yang baik bagi tubuh. Namun tetap yang dikonsumsi harus ada batasannya.

“Segala hal yang berlebihan itu tidak baik. Batasan atau toleransi dari tiap orang itu berbeda. Selama tidak membuat ketergantungan, tidak apa apa. Jika sampai ketergantungan, misal dalam sehari harus konsumi sekian, itu tidak baik,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Kandangsapi ini menjelaskan, kafein dalam kondisi tertentu membuat jantung bekerja dan berdebar lebih cepat. Hal ini memicu sistem kerja syaraf. Akibatnya, mereka yang mengonsumsinya menjadi melek dan tidak mengantuk. Tapi dosis yang dikonsumsi juga harus diperhatikan. Dalam anjuran medis yang diperbolehkan itu 50 miligram. Sebab bagi yang tidak tahan, efek kafein bisa membahayakan jantung.

Selain itu, zat santin dalam kandungan kopi juga bermanfaat untuk mengurangi kolesterol, asalkan dikonsumsi dengan batas tertentu. Zat ini juga bisa membuat penikmat kopi lebih sering kencing. Manfaatnya, bisa mengurangi beban jantung sehingga dapat memperbaiki fungsi jantung itu sendiri.

“Jadi penyakit yang disebabkan karena risiko jantung bisa berkurang. Zat ini juga disebut sebagai zat psikoaktif untuk saraf dan kesadaran. Namun bagi yang punya gangguan kesehatan tidak disarankan,” jelasnya.

Dia menambahkan, hal ini berbeda pada kopi kemasan. Sebab kebanyakan kopi jenis ini hanya aromanya saja. Tentunya hal ini berbeda dengan kopi asli.

Mengonsumsi dalam jumlah banyak tidak masalah, asalkan yang meminum tahu batasannya. Jika diminum untuk menghilangkan kantuk atau dipergunakan meningkatkan konsentrasi, diperbolehkan.

Terkait adanya kepercayaan di tengah penikmat kopi, jika merokok tanpa kopi itu kurang lengkap dalam segi medis tidak ada hubungannya. Apalagi sugesti kopi bisa memguramgi dampak negatif dari rokok. Hal ini hanya sebatas kebiasaan dari penikmat kopi dan perokok itu sendiri. Pasalnya dua hal ini adalah sesuatu yang berlainan.

“Semua zat tumbuhan diambilkan kadarnya masing masing. Untuk tanaman kopi yang diambil itu kafeinnya. Kalau vitamin tidak terlalu diperdulikan. Ada tapi mungkin di bagian kulitnya,” sebut Shohib. (riz/fun)

Ngopi dulu biar gak ngantuk. Inilah kata-kata yang sampai sekarang masih melekat. Kopi memiliki kandungan kafein, yang terkadang tidak semua orang menyukainya. Tapi belakangan coffee shop atau kedai kopi membanjir. Banyak outlet baru yang muncul, entah itu franchise atau membuat produk sendiri.

——————

COFFEE shop juga mempekerjakan karyawan maupun barista handal. Mereka tidak hanya menjual tempat yang nyaman, dengan segala fasilitas untuk memanjakan konsumen. Tapi coffee shop tentu bersaing, dengan kualitas kopi yang ditawarkan.

Bukan hanya skala kafe. Walau banyak bermunculan coffee shop modern, bukan berarti warung kopi ala kaki lima juga bukan berarti pudar. Tilik saja warung-warung kopi yang ada di Mal Poncol atau stadion Untung Suropati. Masih ramai jika malam. Tentu kopi yang ditawarkan juga berbeda.

Bagi sebagian besar, kopi adalah minuman yang menyehatkan. Bahkan ada yang harus minum kopi setiap hari. Contohnya saja Romadhoni, warga Panggungrejo, Kota Pasuruan. Di rumahnya, selalu ada produk kopi yang sudah menjadi langganannya sejak dia masih SMA. Produk itu asli buatan home industri di Kota Pasuruan dengan logo kereta api.

“Kopi itu harus masuk ke mulut setiap hari. Bila absen, kepala bisa cenat-cenut. Apalagi kalau lembur, istri pasti membuatkan,” beber Dhoni, panggilannya.

Hal berbeda dirasakan Agus Priambudi, warga Purutrejo. Dia mengaku, sejatinya tidak terlalu suka kopi. Tapi sejak coffee shop membanjir, Agus mengaku gemar minum kopi. “Karena kopi yang disediakan, ada campuran seperti susu. Lidah saya bisa mentoleransi, daripada kopi hitam yang kental. Entah mengapa,” katanya.

Di Indonesia, termasuk di Pasuruan, kopi adalah tanaman yang kini kian banyak ditemui. Produk kopinya ada yang sampai diekspor. Ada juga yang dikemas menjadi produk UKM, yang sudah mendapat sertifikat, sehingga aman dikonsumsi.

 

Jangan Sampai Berlebihan

Meminum kopi setiap hari dalam segi medis diperbolehkan. Hanya saja penikmat kopi tetap harus melihat batasan yang dimiliki oleh tubuh mereka. Asalkan tidak sampai ketergantungan, meminum kopi memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Praktisi gizi di Kota Pasuruan, dr. Ahmad Shohib mengungkapkan, segala jenis makanan yang berasal dari tumbuhan itu ada manfaatnya. Termasuk kopi. Karena di dalam kopi mengandung kafein dan zat santin yang baik bagi tubuh. Namun tetap yang dikonsumsi harus ada batasannya.

“Segala hal yang berlebihan itu tidak baik. Batasan atau toleransi dari tiap orang itu berbeda. Selama tidak membuat ketergantungan, tidak apa apa. Jika sampai ketergantungan, misal dalam sehari harus konsumi sekian, itu tidak baik,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Kandangsapi ini menjelaskan, kafein dalam kondisi tertentu membuat jantung bekerja dan berdebar lebih cepat. Hal ini memicu sistem kerja syaraf. Akibatnya, mereka yang mengonsumsinya menjadi melek dan tidak mengantuk. Tapi dosis yang dikonsumsi juga harus diperhatikan. Dalam anjuran medis yang diperbolehkan itu 50 miligram. Sebab bagi yang tidak tahan, efek kafein bisa membahayakan jantung.

Selain itu, zat santin dalam kandungan kopi juga bermanfaat untuk mengurangi kolesterol, asalkan dikonsumsi dengan batas tertentu. Zat ini juga bisa membuat penikmat kopi lebih sering kencing. Manfaatnya, bisa mengurangi beban jantung sehingga dapat memperbaiki fungsi jantung itu sendiri.

“Jadi penyakit yang disebabkan karena risiko jantung bisa berkurang. Zat ini juga disebut sebagai zat psikoaktif untuk saraf dan kesadaran. Namun bagi yang punya gangguan kesehatan tidak disarankan,” jelasnya.

Dia menambahkan, hal ini berbeda pada kopi kemasan. Sebab kebanyakan kopi jenis ini hanya aromanya saja. Tentunya hal ini berbeda dengan kopi asli.

Mengonsumsi dalam jumlah banyak tidak masalah, asalkan yang meminum tahu batasannya. Jika diminum untuk menghilangkan kantuk atau dipergunakan meningkatkan konsentrasi, diperbolehkan.

Terkait adanya kepercayaan di tengah penikmat kopi, jika merokok tanpa kopi itu kurang lengkap dalam segi medis tidak ada hubungannya. Apalagi sugesti kopi bisa memguramgi dampak negatif dari rokok. Hal ini hanya sebatas kebiasaan dari penikmat kopi dan perokok itu sendiri. Pasalnya dua hal ini adalah sesuatu yang berlainan.

“Semua zat tumbuhan diambilkan kadarnya masing masing. Untuk tanaman kopi yang diambil itu kafeinnya. Kalau vitamin tidak terlalu diperdulikan. Ada tapi mungkin di bagian kulitnya,” sebut Shohib. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/