alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Polisi Terbentur Saksi-Petunjuk untuk Ungkap Perampokan Tegalsiwalan

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Sudah berselang sebulan lebih insiden perampokan dua rumah dalam satu malam terjadi di Dusun Krajan, Desa Blado Kulon. Hingga saat ini pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang, dan penyelidikan masih terus dilanjut.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsiwalan Bripka Niko Stanza mengatakan, di insiden perampokan yang terjadi di Desa Blado Kulon, pihaknya masih terus menyelidiki. Hal tersebut salah satunya dengan cara mencari petunjuk-petunjuk baru perihal kejadian yang menimpa salah satu juragan bawang merah tersebut.

“Kami masih terus mengumpulkan informasi, data dan sebagainya untuk mengungkap kasus ini. Sementara ini masih belum ada bukti maupun petunjuk baru perihal kasus ini,” ujarnya.

Di kasus ini, tidak adanya penemuan petunjuk baru lantaran minimnya saksi dan keterangannya membuat pihaknya kewalahan. “Sementara ini informasi yang kami dapatkan jumlah pelaku ini dua orang. Namun begitu keterangan saksi masih belum begitu jelas. Saat kejadian para pelaku kabur ke arah mana juga belum bisa ditentukan,” ujarnya.

Sebelumnya, kawanan perampok ini menyatroni dua rumah di kawasan setempat pada jumat (18/9). Di mana rumah pertama yang disatroni ada pada pukul 03.30, yakni rumah milik Ahmad Insan 26, yang berada di RT 7 RW 1, dengan kerugian sekitar Rp 15 juta.

Setelah itu, dilanjut sekitar pukul 04.00, kawanan pelaku bergeser pada rumah kedua, yaitu milik Sujarwo yang tidak lain adalah juragan bawang merah di Dusun Krajan desa setempat. Nilai kerugian Rp 40 juta dan motor matik yang juga dibawa pelaku. (mu/fun)

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Sudah berselang sebulan lebih insiden perampokan dua rumah dalam satu malam terjadi di Dusun Krajan, Desa Blado Kulon. Hingga saat ini pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang, dan penyelidikan masih terus dilanjut.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsiwalan Bripka Niko Stanza mengatakan, di insiden perampokan yang terjadi di Desa Blado Kulon, pihaknya masih terus menyelidiki. Hal tersebut salah satunya dengan cara mencari petunjuk-petunjuk baru perihal kejadian yang menimpa salah satu juragan bawang merah tersebut.

“Kami masih terus mengumpulkan informasi, data dan sebagainya untuk mengungkap kasus ini. Sementara ini masih belum ada bukti maupun petunjuk baru perihal kasus ini,” ujarnya.

Di kasus ini, tidak adanya penemuan petunjuk baru lantaran minimnya saksi dan keterangannya membuat pihaknya kewalahan. “Sementara ini informasi yang kami dapatkan jumlah pelaku ini dua orang. Namun begitu keterangan saksi masih belum begitu jelas. Saat kejadian para pelaku kabur ke arah mana juga belum bisa ditentukan,” ujarnya.

Sebelumnya, kawanan perampok ini menyatroni dua rumah di kawasan setempat pada jumat (18/9). Di mana rumah pertama yang disatroni ada pada pukul 03.30, yakni rumah milik Ahmad Insan 26, yang berada di RT 7 RW 1, dengan kerugian sekitar Rp 15 juta.

Setelah itu, dilanjut sekitar pukul 04.00, kawanan pelaku bergeser pada rumah kedua, yaitu milik Sujarwo yang tidak lain adalah juragan bawang merah di Dusun Krajan desa setempat. Nilai kerugian Rp 40 juta dan motor matik yang juga dibawa pelaku. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/