alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Mangkok Aum, Salah Satu Andalan Pawang Hujan

Saat ini, frekuensi mangkok Aum yang sempat viral ini bisa ditiru melalui aplikasi. Sebab, frekuensi yang dihasilkan dinilai luar biasa untuk meminta hujan, menghentikan hujan atau memindahkan hujan. Ini salah satu contoh aplikasi,” beber Datu sembari menunjukan aplikasi yang dimaksud.

Kendati demikian, ada hal yang tidak bisa ditiru dengan frekuensi yang sama. Yakni, tingkat spiritual orang per orang atau kedekatan hatinya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Meditasi spiritual orang berbeda-beda. Bahkan, mangkok Aum yang digunakan oleh pendeta yang mediasi spiritualnya sangat tinggi, cukup sekali (putaran) saja sudah langsung nyantol pada Yang di Atas,” bebernya.

Datu sendiri menggunakan mediasi berbeda-beda saat meminta hujan atau meminta agar hujan dipindah. Tergantung situasi dan kondisi.

“Media itu alat saja sebenarnya. Seandainya tidak ada media pun, ya tinggal  berdoa dalam hati saja . Meminta atau berdoa agar   tidak turun hujan atau untuk sementara dipindahkan dulu serta sebaliknya,” papar Datu.

Yang jelas, menurutnya, syarat adanya hujan secara teori yakni adanya penumpukan awan yang mengakibatkan kelembapan udara. Agar syarat itu terpenuhi, maka yang harusnya dikendalikan adalah angin.

“Bahkan, ada beberapa umat yang dewanya ada dewa angin, dewa awan, dewa petir, dan lainnya. Sederhananya yakni bisa mengendalikan angin. Misalnya ingin hujan di suatu daerah, maka memanfaatkan angin untuk mengampulkan awan. Sebaliknya, bila tidak ingin turun hujan di suatu daerah, juga memanfaatkan angin untuk memesan awan,” lanjutnya.

Saat ini, frekuensi mangkok Aum yang sempat viral ini bisa ditiru melalui aplikasi. Sebab, frekuensi yang dihasilkan dinilai luar biasa untuk meminta hujan, menghentikan hujan atau memindahkan hujan. Ini salah satu contoh aplikasi,” beber Datu sembari menunjukan aplikasi yang dimaksud.

Kendati demikian, ada hal yang tidak bisa ditiru dengan frekuensi yang sama. Yakni, tingkat spiritual orang per orang atau kedekatan hatinya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Meditasi spiritual orang berbeda-beda. Bahkan, mangkok Aum yang digunakan oleh pendeta yang mediasi spiritualnya sangat tinggi, cukup sekali (putaran) saja sudah langsung nyantol pada Yang di Atas,” bebernya.

Datu sendiri menggunakan mediasi berbeda-beda saat meminta hujan atau meminta agar hujan dipindah. Tergantung situasi dan kondisi.

“Media itu alat saja sebenarnya. Seandainya tidak ada media pun, ya tinggal  berdoa dalam hati saja . Meminta atau berdoa agar   tidak turun hujan atau untuk sementara dipindahkan dulu serta sebaliknya,” papar Datu.

Yang jelas, menurutnya, syarat adanya hujan secara teori yakni adanya penumpukan awan yang mengakibatkan kelembapan udara. Agar syarat itu terpenuhi, maka yang harusnya dikendalikan adalah angin.

“Bahkan, ada beberapa umat yang dewanya ada dewa angin, dewa awan, dewa petir, dan lainnya. Sederhananya yakni bisa mengendalikan angin. Misalnya ingin hujan di suatu daerah, maka memanfaatkan angin untuk mengampulkan awan. Sebaliknya, bila tidak ingin turun hujan di suatu daerah, juga memanfaatkan angin untuk memesan awan,” lanjutnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/