Duh, 5 Gudang Penyimpanan di Probolinggo Tak Berfungsi Maksimal

DRINGU – Tak menentunya harga bawang merah membuat sejumlah petani di Kabupaten Probolinggo mengeluh. Salah satunya, mereka berharap dibangun gudang tempat penyimpanan bawang. Tujuannya, bila harga bawang merah murah, bisa disimpan dan baru bisa dikeluarkan ketika harga mulai mahal.

Sejauh ini, Pemkab Probolinggo telah memiliki 5 gudang tempat penyimpanan bawang merah. Ternyata, sejauh ini 5 gudang itu belum berfungsi maksimal. Karenanya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo masih berpikir ulang untuk membangun gudang lagi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan, sebenarnya Kabupaten Probolinggo telah memiliki 5 unit gudang penyimpanan bawang merah. Gudang ini dibangun pada 2009. “Jumlahnya sekitar lima unit. Petani yang meminta mungkin belum mengetahui,” ujarnya.

Menurutnya, 5 gudang penyimpanan bawang merah itu di antaranya berada di Desa Tegalrejo dan Desa/Kecamatan Dringu serta di Desa Sumberkedawung dan Desa Kerpangan, Kecamatan Leces. Serta, satu unit di Kecamatan Kraksaan. Sejauh ini, kondisinya masih layak pakai. “Itu, dibangun memang tujuannya untuk menyimpan bawang merah ketika harga murah. Ketika harga bawang mahal, baru dikeluarkan,” ujarnya.

Namun, dalam praktiknya, menurut Hasyim, 5 gudang itu tidak ada yang memanfaatkannya. Padahal, pihak pemkab sudah menyerahkannya kepada kelompok tani. “Sistemnya tergantung kelompok, kami tidak ikut-ikut. Entah itu disewakan atau bagaimana, tergantung kelompoknya,” ujarnya.

Dengan tidak digunakan gudang itu, Hasyim mengatakan, masih akan mengkaji ulang terkait pembangunan gudang penyimpanan anyar. Jika nanti dibangunkan kembali, dikhawatirkan tidak akan terpakai seperti yang telah ada. “Kami masih melakukan kajian. Kenapa mereka tidak menggunakan itu saja dulu. Apakah keburu dijual atau bagaimana, kami masih belum tahu,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Hasyim, tahun depan pihaknya berencana menambah gudang penyimpanan. Namun, mendapati 5 gudang sebelumnya tak terpakai, pihaknya kembali mengkajinya. “Kami berharap itu saja dimanfaatkan dulu. Setelah itu berjalan dengan baik, nanti kalau kurang kami akan tambah,” ujarnya. (sid/rud)