alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Perbaikan Jalan-Talud Sudah, Rumah Warga Korban Banjir Belum

GEMPOL, Radar Bromo – Banjir melanda Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, pada Rabu (3/2). Akibatnya sangat parah. Air bah luapan Kali Kambeng itu menewaskan dua orang, menghanyutkan puluhan rumah warga, dan merusak jalan desa. Hingga kemarin (31/3), belum semua kerusakan diperbaiki.

Salah satu yang terparah ialah kerusakan di Kampung Genuk Watu, Dusun Kepulungan Dua, Desa Kepulungan. Dua bulan berlalu pascabanjir, jalan paving lingkungan kampung tersebut diperbaiki. Talud penahan tanah (TPT) juga dibenahi.

”Pavingisasi jalan lingkungan dilakukan di seluruh kampung Genuk Watu. Termasuk perbaikan TPT yang ambrol,” kata Sekdes Kepulungan Fahrudin Salim. Pemavingan jalan diperkirakan mencapai 750 meter persegi. Perbaikan talud dilakukan di empat titik. Masing-masing volumenya berbeda.

Perbaikan dibiayai APBD dengan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Digarap awal Maret, perbaikan paving dan TPT sudah tuntas. Warga setempat menyambut gembira. ”Akibat banjir, sebagian besar jalan rusak. Sekarang sudah bagus lagi,” ucap Bandi, warga Kampung Genuk Watu.

Sementara itu, perbaikan rumah warga yang rusak akibat banjir belum tuntas. Total ada 37 rumah. Enam di antaranya rusak berat. Rata dengan tanah. Sebenarnya, bantuan sosial (bansos) dari Pemkab Pasuruan sudah dicairkan ke rekening masing-masing pemilik rumah. Bisa dipakai untuk memperbaiki tempat tinggal. Total Rp 493.977.500 untuk 37 rumah.

Namun, ternyata tidak semua warga memilih langsung memperbaiki rumah masing-masing. Baru sebagian. Hanya belasan rumah. Khususnya yang rumahnya rusak sedikit saja. ”Termasuk rumah saya, sekarang dalam perbaikan,” terang Tohari, 42, warga setempat.

Yang lain belum memperbaiki rumah mereka. Baru mencicil material bangunan. Mereka berencana merehab rumah setelah Lebaran. Untuk sementara ini, keluarga tinggal di rumah kontrakan. Pemerintah desa menyewa 15 rumah untuk kontrakan warganya yang terkena musibah banjir di Kepulungan. (zal/far)

GEMPOL, Radar Bromo – Banjir melanda Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, pada Rabu (3/2). Akibatnya sangat parah. Air bah luapan Kali Kambeng itu menewaskan dua orang, menghanyutkan puluhan rumah warga, dan merusak jalan desa. Hingga kemarin (31/3), belum semua kerusakan diperbaiki.

Salah satu yang terparah ialah kerusakan di Kampung Genuk Watu, Dusun Kepulungan Dua, Desa Kepulungan. Dua bulan berlalu pascabanjir, jalan paving lingkungan kampung tersebut diperbaiki. Talud penahan tanah (TPT) juga dibenahi.

”Pavingisasi jalan lingkungan dilakukan di seluruh kampung Genuk Watu. Termasuk perbaikan TPT yang ambrol,” kata Sekdes Kepulungan Fahrudin Salim. Pemavingan jalan diperkirakan mencapai 750 meter persegi. Perbaikan talud dilakukan di empat titik. Masing-masing volumenya berbeda.

Perbaikan dibiayai APBD dengan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Digarap awal Maret, perbaikan paving dan TPT sudah tuntas. Warga setempat menyambut gembira. ”Akibat banjir, sebagian besar jalan rusak. Sekarang sudah bagus lagi,” ucap Bandi, warga Kampung Genuk Watu.

Sementara itu, perbaikan rumah warga yang rusak akibat banjir belum tuntas. Total ada 37 rumah. Enam di antaranya rusak berat. Rata dengan tanah. Sebenarnya, bantuan sosial (bansos) dari Pemkab Pasuruan sudah dicairkan ke rekening masing-masing pemilik rumah. Bisa dipakai untuk memperbaiki tempat tinggal. Total Rp 493.977.500 untuk 37 rumah.

Namun, ternyata tidak semua warga memilih langsung memperbaiki rumah masing-masing. Baru sebagian. Hanya belasan rumah. Khususnya yang rumahnya rusak sedikit saja. ”Termasuk rumah saya, sekarang dalam perbaikan,” terang Tohari, 42, warga setempat.

Yang lain belum memperbaiki rumah mereka. Baru mencicil material bangunan. Mereka berencana merehab rumah setelah Lebaran. Untuk sementara ini, keluarga tinggal di rumah kontrakan. Pemerintah desa menyewa 15 rumah untuk kontrakan warganya yang terkena musibah banjir di Kepulungan. (zal/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/