alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Satpol PP Hanya Tindak PKL yang Melanggar Lokasi Jualan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan di Kota Pasuruan masih menjadi atensi Satpol PP. Aparat penegak perda tidak mempermasalahkan lokasi mereka berjualan asal tidak melanggar aturan.

Kabid Kententraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Pasuruan, Muhammad Nur Fadholi mengungkapkan, saat ini belum ada lokasi resmi bagi PKL. Sehingga, Satpol PP masih memperbolehkan mereka berjualan secara bebas di lokasi manapun.

Meski demkian, pihainya tetap meminta agar PKL selalu tertib dengan menjaga kebersihan areal jualan. Mereka diimbau tidak berjualan di lokasi yang memang dilarang. Seperti di trotoar, karena merupakan akses pejalan kaki maupun fasilitas umum seperti dalam alun alun atau Terminal Wisata.

“Lokasi resmi PKL belum ada. Jadi, penindakan sebatas bagi mereka yang jelas jelas melanggar saja. Kalau mereka jualan di pinggir jalan, ya silahkan,” ungkapnya.

Fadholi menjelaskan, selama ini, pihaknya rutin melakukan giat untuk menertibkan PKL. Tentunya Satpol PP selalu mengedepankan langkah humanis dengan menegur yang bersangkutan. Namun jika memang tetap membandel ya bedak jualan mereka bisa diangkut sebagai efek jera.

“Kalau sanksi bagi PKL melanggar tidak ada. Aturannya hanya sebatas menegur dan mengamankan dagangan mereka. Begitu mereka berjanji tidak mengulangi, bisa diambil lagi,” sebut Fadholi. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan di Kota Pasuruan masih menjadi atensi Satpol PP. Aparat penegak perda tidak mempermasalahkan lokasi mereka berjualan asal tidak melanggar aturan.

Kabid Kententraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Pasuruan, Muhammad Nur Fadholi mengungkapkan, saat ini belum ada lokasi resmi bagi PKL. Sehingga, Satpol PP masih memperbolehkan mereka berjualan secara bebas di lokasi manapun.

Meski demkian, pihainya tetap meminta agar PKL selalu tertib dengan menjaga kebersihan areal jualan. Mereka diimbau tidak berjualan di lokasi yang memang dilarang. Seperti di trotoar, karena merupakan akses pejalan kaki maupun fasilitas umum seperti dalam alun alun atau Terminal Wisata.

“Lokasi resmi PKL belum ada. Jadi, penindakan sebatas bagi mereka yang jelas jelas melanggar saja. Kalau mereka jualan di pinggir jalan, ya silahkan,” ungkapnya.

Fadholi menjelaskan, selama ini, pihaknya rutin melakukan giat untuk menertibkan PKL. Tentunya Satpol PP selalu mengedepankan langkah humanis dengan menegur yang bersangkutan. Namun jika memang tetap membandel ya bedak jualan mereka bisa diangkut sebagai efek jera.

“Kalau sanksi bagi PKL melanggar tidak ada. Aturannya hanya sebatas menegur dan mengamankan dagangan mereka. Begitu mereka berjanji tidak mengulangi, bisa diambil lagi,” sebut Fadholi. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/