27 C
Probolinggo
Wednesday, March 29, 2023

Keluar Penjara Malah Dituding jadi Mata-mata Polisi

Memang tidak mudah melakoni hidup jika baru bebas dari penjara. Seperti yang dialami Fajar, 33, (nama samaran). Dia pernah merasakan pengabnya hotel prodeo lantaran terjerat kasus pil koplo. Setelah bebas, Fajar ingin berbenah.

——————————————————————————————————

TAPI siapa sangka, cap sebagai pengedar masih melekat. Siapapun kawannya yang hendak bergaul dengannya, pasti dilarang oleh orangtuanya. “Jangan bergaul dengan mantan narapidana,” kata Fajar menirukan ucapan orangtua kawannya.

Fajar maklum, stigma melekat di dirinya. Diapun menyadari, tak mudah untuk kembali seperti sebelum tersandung kasus.

Fajar mengaku, setelah bebas dia memang banyak bergaul dengan aparat hukum. Inilah yang  membuatnya dinilai menjadi spion (SP) alias mata-mata. Sebab, setelah Fajar bebas, banyak pengedar-pengedar pil yang diamankan polisi. Begitu juga kawan-kawan Fajar yang masih belum bisa lepas dari narkoba.

Baca Juga:  Pria Lanjut Usia Sebatang Kara Ini Cari Udang di Hutan Mangrove untuk Hidup

“Polisi yang akrab dengan saya itu juga memantau apakah saya kembali ke jalan yang jelek atau tidak. Sebenarnya cuma itu saja,” katanya.

Praktis Fajar makin kesulitan untuk mencari kawan. “Mencari teman baru tidak mudah. Apalagi mencari pacar. Wong saya pengangguran waktu itu,” katanya.

Kecurigaan kawan-kawannya makin kuat. Karena meski Fajar pengangguran, beberapa kawannya memandang Fajar masih bisa hidup enak. Sehingga makin banyak yang salah kaprah. “Padahal saya ini masih diberi orangtua. Untuk jatah beli rokok,” kata Fajar.

Memang tidak mudah melakoni hidup jika baru bebas dari penjara. Seperti yang dialami Fajar, 33, (nama samaran). Dia pernah merasakan pengabnya hotel prodeo lantaran terjerat kasus pil koplo. Setelah bebas, Fajar ingin berbenah.

——————————————————————————————————

TAPI siapa sangka, cap sebagai pengedar masih melekat. Siapapun kawannya yang hendak bergaul dengannya, pasti dilarang oleh orangtuanya. “Jangan bergaul dengan mantan narapidana,” kata Fajar menirukan ucapan orangtua kawannya.

Fajar maklum, stigma melekat di dirinya. Diapun menyadari, tak mudah untuk kembali seperti sebelum tersandung kasus.

Fajar mengaku, setelah bebas dia memang banyak bergaul dengan aparat hukum. Inilah yang  membuatnya dinilai menjadi spion (SP) alias mata-mata. Sebab, setelah Fajar bebas, banyak pengedar-pengedar pil yang diamankan polisi. Begitu juga kawan-kawan Fajar yang masih belum bisa lepas dari narkoba.

Baca Juga:  Jiwa Ibu yang Terbebani saat Anak Diadopsi Orang

“Polisi yang akrab dengan saya itu juga memantau apakah saya kembali ke jalan yang jelek atau tidak. Sebenarnya cuma itu saja,” katanya.

Praktis Fajar makin kesulitan untuk mencari kawan. “Mencari teman baru tidak mudah. Apalagi mencari pacar. Wong saya pengangguran waktu itu,” katanya.

Kecurigaan kawan-kawannya makin kuat. Karena meski Fajar pengangguran, beberapa kawannya memandang Fajar masih bisa hidup enak. Sehingga makin banyak yang salah kaprah. “Padahal saya ini masih diberi orangtua. Untuk jatah beli rokok,” kata Fajar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru