alexametrics
26 C
Probolinggo
Friday, 27 November 2020

Kasus Kejahatan 4C di Pasuruan Naik 30 Persen, Terbanyak Curanmor

PASURUAN, Radar Bromo – Tahun ini, secara umum kasus kejahatan 4C (curas, curat, curanmor dan curwan) di Kabupaten Pasuruan kian melonjak. Bahkan, jika dibandingkan tahun 2019, ada kenaikan sekitar 30 persen.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya laporan yang masuk ke Mapolres Pasuruan. Berdasarkan data yang ada, kasus kejahatan 4C di Kabupaten Pasuruan hingga Oktober 2020 mencapai 199 kasus. Sedangkan sepanjang 2019, ”hanya” 138 kasus.

Selama 2020, curanmor adalah kasus kejahatan tertinggi kedua setelah aksi pencurian dengan pemberatan (curat). Curat seperti pembobolan rumah mencapai 95 kasus pada 2020.

Sementara kasus curanmor, hingga Oktober 2020 ada 62 kasus. Padahal, tahun sebelumnya hanya 50 kasus.

Pengungkapan kasus 4C pun, sampai Oktober 2020 jumlahnya lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Total ada 127 kasus kejahatan yang mampu diungkap tahun lalu. Untuk tahun 2020, kasus kejahatan yang diungkap ada 108 kasus.

Untuk kasus curanmor, yang terungkap tahun ini juga lebih sedikit. Tahun lalu berhasil diungkap 50 kasus. Sedangkan tahun ini ada 37 kasus.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda menguraikan, tingginya kasus kejahatan 4C tahun ini, dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan imbas Covid-19. PHK masal, hingga kasus-kasus buruh yang dirumahkan, mempengaruhi merebaknya kasus kejahatan.

“Kasus kejahatan tahun ini tinggi, karena banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Mereka nekat melakukan kejahatan, karena ada beban keluarga yang harus mereka tanggung,” sampainya.

Tindak kejahatan itu semakin mudah dijalankan, ketika mereka memiliki kesempatan. Ketika rumah kosong atau ketika motor parkir tanpa pengawasan, juga mempengaruhi pelaku untuk menjalankan aksinya.

“Kesempatan menjadi bagian penting bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Karena begitu ada kesempatan, niat untuk menjalankan kejahatan akan semakin mudah,” sambungnya.

Meski kasus tinggi, pihaknya mengklaim kalau ungkap kasus yang dilakukan juga banyak. Lebih dari seratus tersangka digulung dan dijebloskan ke penjara tahun ini.

Hanya memang, belum semuanya mampu terungkap. Para pelaku yang kerap berpindah-pindah, serta sulitnya barang bukti ditemukan, menjadi kendala dalam pengungkapan kasus yang ada.

Berbagai upaya pun dilakukan dalam mencegah dan memberangus tindak kejahatan. Selain patroli rutin, juga menggencarkan razia. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir ruang gerak para pelaku kejahatan.

Kasatreskrim AKP Adrian Wimbarda menguraikan, razia yang dilakukan dengan melibatkan semua jajaran di Mapolres Pasuruan, menjadi salah satu cara mencegah dan mengungkap kasus kejahatan. Sebab, tidak sedikit kasus kejahatan yang akhirnya berhasil ditemukan, berangkat dari razia ataupun patroli yang dilakukan.

Menurut Adrian, pencegahan aksi kejahatan juga dilakukan dengan sosialisasi dan santunan kepada masyarakat. Terutama masyarakat atau buruh yang kehilangan pekerjaannya.

“Kami datang ke rumah-rumah mereka untuk memberikan bantuan moril dan materiil. Supaya, mereka tidak sampai terjerumus untuk melakukan aksi kejahatan,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengakui, tindak kejahatan tidak bisa hilang. Selama masyarakat tidak mau menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam mencegah aksi kejahatan. Mereka harus bisa menjadi polisi bagi diri sendiri,” bebernya. (one/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR