alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Wednesday, 25 November 2020

Banyak Korban Curanmor di Probolinggo Tidak Melapor

MAYANGAN, Radar Bromo – Di wilayah hukum Polres Probolinggo, tercatat ada 12 laporan kasus curanmor selama Januari–Oktober 2020. Jumlah ini tidak termasuk yang dilaporkan ke Polsek jajaran. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya berhasil diungkap. Sedangkan enam sisanya belum berhasil diungkap.

Kasus curanmor yang berhasil diungkap yaitu di Dusun Bunut, Desa Karangrejo, Kecamatan Kuripan; jalan raya Paiton depan toko lumpur masuk Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton; depan toko roti, Kecamatan Pajarakan; di Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar; di Desa Sumberkledung, Kecamatan Tegalsiwalan dan di Kecamatan Besuk.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso menjelaskan, enam kasus yang belum berhasil diungkap disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, minimnya alat bukti dan saksi. Sehingga, polisi sulit mencari pelakunya.

“Kami minim bukti dan saksi. Sehingga, kami belum bisa melakukan ungkap untuk perkara yang enam ini,” tandasnya.

Memang, tindak curanmor beberapa bulan terakhir meningkat. Meskipun begitu, yang melapor kasus itu tidak banyak. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan warga tidak melapor. Yang utama yaitu, karena surat-surat kendaraan tidak lengkap. Yang kedua, warga melapor ke Polsek jajaran. “Biasanya yang tidak lengkap itu tidak melapor. Mereka takut mau laporan,” jelasnya.

 

SL Park dan Alun-alun Rawan

Kasus curanmor yang menonjol belakangan terjadi di Kecamatan Kraksaan. Di sini, curanmor sering terjadi di fasilatas publik. Di antaranya di Sumberlele (SL) Park dan Alun-alun Kraksaan. Berdasarkan penjelasan sejumlah pedagang di dua lokasi itu, curanmor bahkan terjadi lebih dari 10 kali.

Sementara menurut catatan Jawa Pos Radar Bromo, dua curanmor terjadi di SL Park dan dua curanmor juga terjadi di Alun-alun Kraksaan. Empat kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kraksaan.

Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengatakan, kurangnya kewaspadaan pengunjung menjadi faktor utama dan mengundang kesempatan pelaku curanmor. Apalagi, pengunjung memilih tidak memarkir kendaraannya di tempat parkir yang sudah disediakan.

“Dari beberapa kasus kehilangan sepeda motor di SL Park, rata-rata motor tidak diparkir di tempat parkir. Sehingga, tidak ada pengawasan. Saat lengah itulah pelaku beraksi,” ujarnya.

Suji -panggilannya- mengaku, masih terus menyelidiki laporan para korban dengan mengumpulkan data dan informasi dari para korban dan saksi. Serta, berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait, seperti Satpol PP dan Pemerintah Desa.

“Sebenarnya sering kami dengar informasi kehilangan motor di SL Park. Tapi, kami hanya terima dua laporan. Semuanya hilang bukan di tempat parkir. Ke depan patroli dan keamanan akan lebih diperketat,” janjinya.

Di sisi lain menurut Suji, salah satu pemicu sering terjadinya curanmor di Sumber Lele (SL) Park dan Alun-alun Kraksaan, diduga karena kurangnya lahan parkir yang aman. Sehingga, pelaku curanmor leluasa melakukan aksinya.

“Karena itu perlu kerja sama antar lembaga. Tidak mengandalkan pihak kepolisian saja. Salah satunya tempat parkir aman harus tersedia,” tandasnya.

Dua fasum itu selama ini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Sementara lahan parkir dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Heri Sulistiyanto pun menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah berencana menambah lahan parkir di tempat umum. Namun, karena saat ini kondisi pandemi, alokasi anggaran yang telah disiapkan terkena refocusing.

“Itu sudah kami bahas. Untuk sementara Alun-alun Kraksaan yang rencananya ada parkirnya. Tetapi, karena pandemi anggarannya dialihkan,” tandasnya.

Sementara tambahan tempat parkir di SL Park belum dibahas. Namun, bisa saja ada tambahan tempat parkir di sana. “Kalau rawan dan memang butuh tempat parkir, akan segera kami bahas,” terangnya.

Di sisi lain, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Probolinggo Masyhudi mengatakan, pihaknya sudah sering berpatroli di sekitar SL Park. Tujuannya, memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung.

“Ke depan kami akan lebih intensifkan lagi patrolinya. Tidak hanya di sekitar SL Park, tapi beberapa tempat yang rawan atau berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. (sid/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pohon Tumbang Sempat Tutup Jalan Mastrip  

Pohon tumbang inipun cepat dievakuasi, karena berada tak jauh dari kantor Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo.

Sopir Ngantuk, Dua Dump Truk Adu Moncong di Purwosari  

Truk yang disopiri Komarudin tiba-tiba melaju ke jalur berlawanan hingga tertabrak truk lain.

Truk Terguling di Cangkringmalang Beji, Muatan Pupuk Tercecer

Kecelakaan itu memicu kemacetan di jalur pantura.

Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Keberadaan vaksin yang aman dan efektif sangat penting

Lantik Pengurus Pusat JMSI, Ini Pesan Bamsoet

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menaruh harapan besar kehadiran JMSI akan semakin melengkapi berbagai entitas kelembagaan pers yang telah lahir sebelumnya.