alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

SDIT Bintangku Siap Pimpin Pemulihan Pembelajaran di Kota Probolinggo

Untuk melahirkan profil pelajar Pan­casila, SDIT Tahfidz Bintangku sudah menerapkan program intrakurikuler, ekstrakurikuler, proyek penguatan profil pelajar Pancasila dan budaya sekolah menjadi satu kesatuan dalam implementasi kurikulum merdeka.

Di SDIT Tahfidz Bintangku terdapat banyak program unggulan yang di­bedakan menjadi dua, yakni Tahfidzul Quran yang terdiri dari Tahsin, Mu­rojaah, Muqoyyam, Tahqiq hingga Tahfidz Al Quran. Program unggulan lainnya adalah karakter building yang meliputi outbound, kegiatan literasi, field trip, hingga leadership.

GURU: Pelatihan Pendidik dan tenaga pendidik untuk ciptakan SDM unggul. (SDIT Tahfidz Bintangku for Radar Bromo)

Di SDIT juga ada pembelajaran in­klusi. Inklusi ini tidak hanya meneri­ma peserta didik dengan kebutuhan khusus, tapi mampu menyelenggar­akan iklim pembelajaran yang mene­rima perbedaan baik fisik, budaya hingga suku bangsa.

“Dalam kurikulum merdeka, pembe­lajaran inklusi tercermin melalui pene­rapan profil Pancasila, misalnya dari dimensi kebhinekaan dan akhlak kepa­da sesama serta pembelajaran berbasis project untuk memfasilitasi tumbuhnya toleransi,”terang Trisni. (riz/ef)

Untuk melahirkan profil pelajar Pan­casila, SDIT Tahfidz Bintangku sudah menerapkan program intrakurikuler, ekstrakurikuler, proyek penguatan profil pelajar Pancasila dan budaya sekolah menjadi satu kesatuan dalam implementasi kurikulum merdeka.

Di SDIT Tahfidz Bintangku terdapat banyak program unggulan yang di­bedakan menjadi dua, yakni Tahfidzul Quran yang terdiri dari Tahsin, Mu­rojaah, Muqoyyam, Tahqiq hingga Tahfidz Al Quran. Program unggulan lainnya adalah karakter building yang meliputi outbound, kegiatan literasi, field trip, hingga leadership.

GURU: Pelatihan Pendidik dan tenaga pendidik untuk ciptakan SDM unggul. (SDIT Tahfidz Bintangku for Radar Bromo)

Di SDIT juga ada pembelajaran in­klusi. Inklusi ini tidak hanya meneri­ma peserta didik dengan kebutuhan khusus, tapi mampu menyelenggar­akan iklim pembelajaran yang mene­rima perbedaan baik fisik, budaya hingga suku bangsa.

“Dalam kurikulum merdeka, pembe­lajaran inklusi tercermin melalui pene­rapan profil Pancasila, misalnya dari dimensi kebhinekaan dan akhlak kepa­da sesama serta pembelajaran berbasis project untuk memfasilitasi tumbuhnya toleransi,”terang Trisni. (riz/ef)

MOST READ

BERITA TERBARU

/