alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rantang Sehat untuk Lansia Kota Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

Beragam inovasi terus dilakukan Pemkot Probolinggo untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warganya. Salah satunya melalui Program Rantang Sehat, yang digagas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA).

————————

Penerima Manfaat Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Probolinggo mendapat perhatian tersendiri dari Pemkot Probolinggo. Beragam bantuan kepada mereka terus digelontor. Salah satunya melalu Program Rantang Sehat, sebagai bentuk perhatian khusus terhadap warga lanjut usia (lansia) sebatang kara sampai disabilitas.

Plt Kepala Dinsos-PPPA Kota Probo­linggo Rachma Nurcahyarini, S.Sos., M.Si. mengatakan, sejak 2019, sesuai keinginan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Rantang Sehat terus berjalan hingga akhir 2020. Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian khusus terhadap warga lanjut usia (lansia) sebatang kara. Pemkot juga menjamin keberlangsungan hidup mereka dengan memberikan makan dua kali setiap hari.

“Total ada 12 orang yang tergolong sangat tidak mampu dan tidak ada keluarga, Mereka mendapatkan bantuan Rantang Sehat. Melalui Program Rantang Sehat, kami berikan makan dua kali sehari. Setiap hari,” ujar Rachma.

Warga penerima makanan dalam program Rantang Sehat, kata Rachma, tidak banyak. Karena memang dipilih warga yang benar-benar tidak mampu. Mereka yang selama ini untuk makan saja bergantung pada pemberian tetangga dan tidak memiliki keluarga. “Tahun 2020, ada 31 lansia yang mendapatkan bantuan peralatan bagi lansia. Termasuk bantuan dipan dan kasur untuk 10 orang lansia,” jelasnya.

Selain perhatian terhadap lansia, kata Rachma, pihaknya juga tak me­lupakan disabilitas dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Disabilitas men­dapatkan bantuan sembako, alat usaha, sampai alat bantu. Ditambah pelatihan mengolah makanan, daur ulang, dan bordir.

“Mereka (disabilitas) sangat semangat saat mendapatkan pelatihan. Selama 10 hari mereka diberikan pelatihan olahan makanan dan bordir,” ujarnya. (mas/rud/*)

Mobile_AP_Rectangle 1

Beragam inovasi terus dilakukan Pemkot Probolinggo untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warganya. Salah satunya melalui Program Rantang Sehat, yang digagas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA).

————————

Penerima Manfaat Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Probolinggo mendapat perhatian tersendiri dari Pemkot Probolinggo. Beragam bantuan kepada mereka terus digelontor. Salah satunya melalu Program Rantang Sehat, sebagai bentuk perhatian khusus terhadap warga lanjut usia (lansia) sebatang kara sampai disabilitas.

Mobile_AP_Half Page

Plt Kepala Dinsos-PPPA Kota Probo­linggo Rachma Nurcahyarini, S.Sos., M.Si. mengatakan, sejak 2019, sesuai keinginan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Rantang Sehat terus berjalan hingga akhir 2020. Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian khusus terhadap warga lanjut usia (lansia) sebatang kara. Pemkot juga menjamin keberlangsungan hidup mereka dengan memberikan makan dua kali setiap hari.

“Total ada 12 orang yang tergolong sangat tidak mampu dan tidak ada keluarga, Mereka mendapatkan bantuan Rantang Sehat. Melalui Program Rantang Sehat, kami berikan makan dua kali sehari. Setiap hari,” ujar Rachma.

Warga penerima makanan dalam program Rantang Sehat, kata Rachma, tidak banyak. Karena memang dipilih warga yang benar-benar tidak mampu. Mereka yang selama ini untuk makan saja bergantung pada pemberian tetangga dan tidak memiliki keluarga. “Tahun 2020, ada 31 lansia yang mendapatkan bantuan peralatan bagi lansia. Termasuk bantuan dipan dan kasur untuk 10 orang lansia,” jelasnya.

Selain perhatian terhadap lansia, kata Rachma, pihaknya juga tak me­lupakan disabilitas dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Disabilitas men­dapatkan bantuan sembako, alat usaha, sampai alat bantu. Ditambah pelatihan mengolah makanan, daur ulang, dan bordir.

“Mereka (disabilitas) sangat semangat saat mendapatkan pelatihan. Selama 10 hari mereka diberikan pelatihan olahan makanan dan bordir,” ujarnya. (mas/rud/*)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2