alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Survei Bappeda Kab Probolinggo: Masyarakat Puas Pembangunan Infrastruktur

PEMBANGUNAN infrastruktur selama satu tahun pemerintahan Bupati P. Tantriana Sari–Wakil Bupati Timbul Prihanjoko, dinilai baik oleh masyarakat. Penilaian itu diketahui dari tingkat kepuasan masyarakat dalam survei yang dilakukan Bappeda tahun ini.

Ukuran kepuasan masyarakat tersebut ada dua. Yaitu berdasarkan kebutuhan infrastruktur selama satu tahun. Kedua, berdasarkan pertanyaan langsung yang dilakukan saat survei.

Kepuasan berdasarkan kebutuhan infrastruktur ada beberapa hal yang disurvei. Yaitu, pembangunan infrastruktur irigasi masih buruk dengan indeks 33,83 persen; jalan dan jembatan dinilai cukup baik dengan indeks 67,97 persen; transportasi cukup baik dengan indeks 49,53 persen.

Lalu, air minum dinilai baik dengan indeks 61,24; sanitasi cukup baik dengan indeks 42,7 persen; perumahan dan permukiman dinilai baik dengan indeks, 71,76 persen. Kemudian, persampahan cukup baik dengan indeks 44,45 persen; drainase dinilai baik dengan indeks 72,13, persen; listrik baik sekali dengan indeks 87,7 persen. Dan telekomunikasi juga dinilai baik sekali dengan indeks 93,15 persen.

Hasil survei juga tidak jauh berbeda. Irigasi nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) 81,30 persen dan mutu pelayanan kategori B; jalan dan jembatan nilai IKM 78,36 dan mutu pelayanan B.

Air minum nilai IKM 80,50 persen dan mutu pelayanan B; sanitasi nilai IKM 88,67 persen dan mutu pelayanan A; perumahan dan permukiman nilai IKM 87,50 persen dan mutu pelayanan B. Kemudian, persampahan nilai IKM 66,07 persen dan mutu pelayanan C, serta untuk total keseluruhanNilai IKM 80,21 persen dan mutu pelayanan B.

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kabid Infrastruktur Juwono mengatakan, dua data itu merupakan hasil pembangunan pada 2018. Dari hasil pembangunan itu, masyarakat mengaku cukup puas. Sebab, mereka telah menerima manfaat dari pembangunan yang dilakukan.

“Untuk survei dilakukan pada Agustus-September. Ini dilakukan dengan metode sampling,” ungkapnya.

Dijelaskan Juwono, hasil survei tersebut merupakan capaian di bidangnya. Namun untuk data merupakan capaian pada tahun 2018.

“Ini ukuran pada 2018. Untuk tahun ini kan masih berproses. Jadi belum bisa diukur,” terangnya. (*/sid/hn)

PEMBANGUNAN infrastruktur selama satu tahun pemerintahan Bupati P. Tantriana Sari–Wakil Bupati Timbul Prihanjoko, dinilai baik oleh masyarakat. Penilaian itu diketahui dari tingkat kepuasan masyarakat dalam survei yang dilakukan Bappeda tahun ini.

Ukuran kepuasan masyarakat tersebut ada dua. Yaitu berdasarkan kebutuhan infrastruktur selama satu tahun. Kedua, berdasarkan pertanyaan langsung yang dilakukan saat survei.

Kepuasan berdasarkan kebutuhan infrastruktur ada beberapa hal yang disurvei. Yaitu, pembangunan infrastruktur irigasi masih buruk dengan indeks 33,83 persen; jalan dan jembatan dinilai cukup baik dengan indeks 67,97 persen; transportasi cukup baik dengan indeks 49,53 persen.

Lalu, air minum dinilai baik dengan indeks 61,24; sanitasi cukup baik dengan indeks 42,7 persen; perumahan dan permukiman dinilai baik dengan indeks, 71,76 persen. Kemudian, persampahan cukup baik dengan indeks 44,45 persen; drainase dinilai baik dengan indeks 72,13, persen; listrik baik sekali dengan indeks 87,7 persen. Dan telekomunikasi juga dinilai baik sekali dengan indeks 93,15 persen.

Hasil survei juga tidak jauh berbeda. Irigasi nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) 81,30 persen dan mutu pelayanan kategori B; jalan dan jembatan nilai IKM 78,36 dan mutu pelayanan B.

Air minum nilai IKM 80,50 persen dan mutu pelayanan B; sanitasi nilai IKM 88,67 persen dan mutu pelayanan A; perumahan dan permukiman nilai IKM 87,50 persen dan mutu pelayanan B. Kemudian, persampahan nilai IKM 66,07 persen dan mutu pelayanan C, serta untuk total keseluruhanNilai IKM 80,21 persen dan mutu pelayanan B.

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kabid Infrastruktur Juwono mengatakan, dua data itu merupakan hasil pembangunan pada 2018. Dari hasil pembangunan itu, masyarakat mengaku cukup puas. Sebab, mereka telah menerima manfaat dari pembangunan yang dilakukan.

“Untuk survei dilakukan pada Agustus-September. Ini dilakukan dengan metode sampling,” ungkapnya.

Dijelaskan Juwono, hasil survei tersebut merupakan capaian di bidangnya. Namun untuk data merupakan capaian pada tahun 2018.

“Ini ukuran pada 2018. Untuk tahun ini kan masih berproses. Jadi belum bisa diukur,” terangnya. (*/sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/