alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

RSUD Waluyo Jati Pangkas Antrean dengan Inovasi Layanan Cepat

KEMUDAHAN pelayanan kepada masyarakat terus dikembangan oleh RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Salah satunya, untuk proses pendaftaran.

Sejak September 2018, RSUD yang berlokasi di Desa Kandang Jati Kulon ini mengembangkan inovasi layanan cepat dan mudah untuk pendaftaran di poliklinik. Namanya, APM atau anjungan peserta mandiri.

Dengan inovasi ini, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak perlu antre lama untuk mendaftar di poliklinik. Mereka hanya perlu datang ke mesin APM.

Pada mesin APM yang disebut kios mandiri itu, ada 18 menu layanan poliklinik yang tertera di layar monitor. Masyarakat atau pasien cukup mengetukkan jari pada layar sentuh (touchscreen) untuk memilih poliklinik yang hendak dituju. Selanjutnya, pasien akan dibawa pada menu registrasi.

“Nah, di situ pasien mengetikkan nomor rekam medik. Setelah itu, baru keluar struk yang dibawa ke loket untuk pembayaran. APM ini menggunakan billing system, otomatis langsung terdaftar. Mereka bisa langsung menuju poliklinik yang dimaksud,” ujar dr. Mansur, M.Mkes, direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Bagi masyarakat yang belum memiliki nomor rekam medik, mereka juga bisa memanfaatkan inovasi ini. Caranya, membawa KTP ke loket. Tidak butuh waktu lama, nomor rekam medik bisa dikantongi.

“Layanan ini juga nge-link dengan Dispendukcapil. Ketika mengetikkan nomor NIK, untuk mendapatkan nomor rekam medik, nama anggota keluarga sesuai KK juga akan muncul,” katanya.

Jika kesulitan memanfaatkan layanan inovasi ini, ada petugas yang siaga membantu. Layanan APM dibuka selama jam kerja atau sampai pukul 14.00. “Layanan inovasi ini khusus pasien umum. Masih belum untuk pasien BPJS,” katanya.

Dokter Mansur mengatakan, inovasi APM itu bertujuan memangkas panjangnya antrean pendaftaran. “Kalau sebelumnya mereka daftar dulu di loket. Lalu dapat nomor antrean, didata, baru dipanggil. APM ini untuk kenyamanan dan mempercepat pelayanan,” ungkapnya.

Menurutnya, APM ini merupakan pengembangan inovasi sebelumnya. Yakni, Jempol Mancep yang dikembangkan di Puskesmas Sumberasih dan berlanjut di puskesmas lainnya, termasuk di RSUD Waluyo Jati. “Inovasi ini akan kita kembangkan lagi. Tahun depan inovasi ini bisa diakses di rumah dengan smartphone,” jelasnya. (*/uno/hn)

KEMUDAHAN pelayanan kepada masyarakat terus dikembangan oleh RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Salah satunya, untuk proses pendaftaran.

Sejak September 2018, RSUD yang berlokasi di Desa Kandang Jati Kulon ini mengembangkan inovasi layanan cepat dan mudah untuk pendaftaran di poliklinik. Namanya, APM atau anjungan peserta mandiri.

Dengan inovasi ini, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak perlu antre lama untuk mendaftar di poliklinik. Mereka hanya perlu datang ke mesin APM.

Pada mesin APM yang disebut kios mandiri itu, ada 18 menu layanan poliklinik yang tertera di layar monitor. Masyarakat atau pasien cukup mengetukkan jari pada layar sentuh (touchscreen) untuk memilih poliklinik yang hendak dituju. Selanjutnya, pasien akan dibawa pada menu registrasi.

“Nah, di situ pasien mengetikkan nomor rekam medik. Setelah itu, baru keluar struk yang dibawa ke loket untuk pembayaran. APM ini menggunakan billing system, otomatis langsung terdaftar. Mereka bisa langsung menuju poliklinik yang dimaksud,” ujar dr. Mansur, M.Mkes, direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Bagi masyarakat yang belum memiliki nomor rekam medik, mereka juga bisa memanfaatkan inovasi ini. Caranya, membawa KTP ke loket. Tidak butuh waktu lama, nomor rekam medik bisa dikantongi.

“Layanan ini juga nge-link dengan Dispendukcapil. Ketika mengetikkan nomor NIK, untuk mendapatkan nomor rekam medik, nama anggota keluarga sesuai KK juga akan muncul,” katanya.

Jika kesulitan memanfaatkan layanan inovasi ini, ada petugas yang siaga membantu. Layanan APM dibuka selama jam kerja atau sampai pukul 14.00. “Layanan inovasi ini khusus pasien umum. Masih belum untuk pasien BPJS,” katanya.

Dokter Mansur mengatakan, inovasi APM itu bertujuan memangkas panjangnya antrean pendaftaran. “Kalau sebelumnya mereka daftar dulu di loket. Lalu dapat nomor antrean, didata, baru dipanggil. APM ini untuk kenyamanan dan mempercepat pelayanan,” ungkapnya.

Menurutnya, APM ini merupakan pengembangan inovasi sebelumnya. Yakni, Jempol Mancep yang dikembangkan di Puskesmas Sumberasih dan berlanjut di puskesmas lainnya, termasuk di RSUD Waluyo Jati. “Inovasi ini akan kita kembangkan lagi. Tahun depan inovasi ini bisa diakses di rumah dengan smartphone,” jelasnya. (*/uno/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/