alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Pemkab Probolinggo Gencarkan Satu Instansi Satu Inovasi

Gerakan satu instansi satu inovasi terus digelorakan di lingkungan Pemkab Probolinggo. Salah satunya melalui Laboratorium Inovasi Daerah. Laboratorium ini telah menghasilkan banyak ide inovasi.

—————–

Ada lima tahapan dalam pelaksanaan Laboratorium Inovasi Daerah itu. Yakni, drum-up, diagnose, design, deliver, dan display. Sementara berdasarkan rekap hasil monitoring dan evaluasi (monev) dalam tahapan deliver pada 15-17 Oktober kemarin, dari laboratorium ini dihasilkan sebanyak 74 ide inovasi. Rinciannya, 29 inovasi dari organisasi perangkat daerah, 20 inovasi dari Puskesmas dan 25 inovasi dari Kecamatan.

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo melalui melalui Kasubid Penelitian dan Pengembangan, Alfiatul Khoiriyah mengatakan, pada tahapan deliver itu, ada dua metode yang dilakukan. Yakni, launching dan monev.

“Monev dilaksanakan pada 15-17 Oktober kemarin. Yakni, dengan melakukan evaluasi terhadap rencana aksi inovasi atau ide inovasi masing-masing perangkat daerah oleh tim LAN RI. Mereka dibagi ke dalam 3 desk, satu sesi satu jam dengan durasi 20 menit per perangkat daerah,” katanya.

Sementara itu, pelaksanaan Laboratorium Inovasi Daerah diawali perjanjian kerja sama antara kepala pusat inovasi pelayanan publik lembaga administrasi negara (LAN) RI dengan kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo. “Sebelumnya juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Probolinggo dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, pada 16 Maret 2017 lalu,” ungkapnya.

Menurutnya, ada lima tahapan dalam pelaksanaan Laboratorium Inovasi Daerah yang diikuti para perangkat daerah itu. Yakni, drum-up, diagnose, design, deliver, dan display. “Tahapan display akan dilaksanakan tahun depan,” ungkapnya. (*)

Gerakan satu instansi satu inovasi terus digelorakan di lingkungan Pemkab Probolinggo. Salah satunya melalui Laboratorium Inovasi Daerah. Laboratorium ini telah menghasilkan banyak ide inovasi.

—————–

Ada lima tahapan dalam pelaksanaan Laboratorium Inovasi Daerah itu. Yakni, drum-up, diagnose, design, deliver, dan display. Sementara berdasarkan rekap hasil monitoring dan evaluasi (monev) dalam tahapan deliver pada 15-17 Oktober kemarin, dari laboratorium ini dihasilkan sebanyak 74 ide inovasi. Rinciannya, 29 inovasi dari organisasi perangkat daerah, 20 inovasi dari Puskesmas dan 25 inovasi dari Kecamatan.

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo melalui melalui Kasubid Penelitian dan Pengembangan, Alfiatul Khoiriyah mengatakan, pada tahapan deliver itu, ada dua metode yang dilakukan. Yakni, launching dan monev.

“Monev dilaksanakan pada 15-17 Oktober kemarin. Yakni, dengan melakukan evaluasi terhadap rencana aksi inovasi atau ide inovasi masing-masing perangkat daerah oleh tim LAN RI. Mereka dibagi ke dalam 3 desk, satu sesi satu jam dengan durasi 20 menit per perangkat daerah,” katanya.

Sementara itu, pelaksanaan Laboratorium Inovasi Daerah diawali perjanjian kerja sama antara kepala pusat inovasi pelayanan publik lembaga administrasi negara (LAN) RI dengan kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo. “Sebelumnya juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Probolinggo dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, pada 16 Maret 2017 lalu,” ungkapnya.

Menurutnya, ada lima tahapan dalam pelaksanaan Laboratorium Inovasi Daerah yang diikuti para perangkat daerah itu. Yakni, drum-up, diagnose, design, deliver, dan display. “Tahapan display akan dilaksanakan tahun depan,” ungkapnya. (*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/