alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Maksimalkan Mutu Pelayanan RSUD Tongas untuk Tekan AKI-AKB-Cegah Stunting

Demi menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB) serta stunting di Kabupaten Probolinggo, RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, berkomitmen selalu meningkatkan mutu pelayanannya. Salah satu pelayanan unggulan RSUD Tongas adalah Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

—————-

Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus dilengkapi. Termasuk ruang NICU. Sarana dan prasarana ini cukup penting dalam rangka mendukung program Bupati-Wakil Bupati Probolinggo dalam menekan AKI-AKB dan mencegah stunting.

“Di RSUD Tongas, kami telah mempersiapkan fasilitas bagi bayi baru lahir yang masuk kategori risiko tinggi berupa fasilitas NICU. Fasilitas ini mampu menampung sekitar 10 bayi,” ujar Direktur RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M. MKes kepada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (12/10) lalu.

Fasilitas NICU RSUD Tongas dilengkapi berbagai fasilitas pendukung terbaik untuk merawat bayi kategori risiko tinggi. Selain fasilitas medis yang lengkap, manajemen juga menyiapkan tenaga medis dan paramedis terlatih. “Baik dokter spesialis anak, perawat, dan bidan terlatih kami siapkan. Ini upaya kami menekan angka kematian bayi,” ujarnya.

Tak kalah pentingnya mempersiapkan ibu dalam menghadapi masa kehamilan agar ibu dan janin yang dikandungnya sehat. Untuk itu, RSUD Tongas sebagai ru­mah sakit rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat I berkomitmen menjalin komunikasi dan koordinasi secara intens dengan fasilitas-fasilitas kesehatan tingkat I. Hal ini dilakukan juga dalam rangka menjamin jejaring pelayanan yang paripurna mulai dari pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat I sampai di rumah sakit.

Sebagai penerima rujukan pelayanan pada ibu hamil dan bayi berisiko, RSUD Tongas siap menerima rujukan dan memberikan pelayanan sesuai standar. Salah satu program inovasi unggulan dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan mencegah stunting di RSUD Tongas adalah Kring Ciluk Baaa (Kontrol Sering Cegah Stunting dan Bayi Terlambat Berkembang).

“Konsep program dalam inovasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi ibu hamil berisiko dan terjadwal kontrol ke rumah sakit banyak yang tidak datang. Serta, bayi lahir yang berisiko hampir 85 persen tidak berkunjung untuk kontrol ke RSUD Tongas untuk mendapatkan pengobatan dan pemantauan tumbuh kembangnya,” ujar dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes.

Menurutnya, kegiatan ini memanfaatkan teknologi informasi. Yakni, petugas khusus RSUD Tongas yang sudah terlatih dan bersertifikat dalam public health speaking akan berkomunikasi langsung dengan masyarakat melalui aplikasi android.

“RSUD Tongas juga menyediakan ruangan khusus call center dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan program inovasi tersebut. Program ini juga membutuhkan sinergitas dengan Dinas Kesehatan yang membawahi puskesmas-puskesmas. RSUD Tongas akan bekerja sama dengan bidan-bidan desa untuk membantu komunikasi dengan masyarakat (bayi berisiko yang membutuhkan kontrol ke rumah sakit),” jelas dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes.

Program Kring Ciluk Baaa merupakan salah satu program Hospitality For Mom and Baby, bersama dengan Program Prenatal Gentle Yoga yang telah berjalan. “Dalam program Kring Ciluk Baaa ini, kami sedang mempersiapkan infrastrukturnya. Untuk SDM (sumber daya manusia) atau tenaga medis yang memiliki kemampuan komunikasi kepada masyarakat telah siap. Tinggal infrastruktur pendukungnya,” ujarnya.

Mantan kepala Puskesmas Maron ini mengatakan, program Kring Ciluk Baaa juga diharapkan bisa membantu memantau kesehatan ibu hamil. Tindakan itu sangat penting untuk menurunkan risiko kematian ibu dan bayi serta mencegah terjadinya stunting.

“Pencegahan stunting dengan program inovasi ini akan dimaksimalkan mulai saat bayi dalam kandungan, sehingga perlu bagi ibu hamil berisiko tinggi yang harus diperiksa oleh dokter spesialis untuk rajin memeriksakan kehamilannya,” ujarnya.

Di samping itu, RSUD Tongas juga mempunyai program Jemput Bola untuk mendatangi puskesmas-puskesmas dalam rangka transfer pengetahuan kepada tenaga kesehatan yang ada di puskesmas terkait penurunan AKI-AKB dan pencegahan stunting. (*/put/rud)

Demi menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB) serta stunting di Kabupaten Probolinggo, RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, berkomitmen selalu meningkatkan mutu pelayanannya. Salah satu pelayanan unggulan RSUD Tongas adalah Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

—————-

Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus dilengkapi. Termasuk ruang NICU. Sarana dan prasarana ini cukup penting dalam rangka mendukung program Bupati-Wakil Bupati Probolinggo dalam menekan AKI-AKB dan mencegah stunting.

“Di RSUD Tongas, kami telah mempersiapkan fasilitas bagi bayi baru lahir yang masuk kategori risiko tinggi berupa fasilitas NICU. Fasilitas ini mampu menampung sekitar 10 bayi,” ujar Direktur RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M. MKes kepada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (12/10) lalu.

Fasilitas NICU RSUD Tongas dilengkapi berbagai fasilitas pendukung terbaik untuk merawat bayi kategori risiko tinggi. Selain fasilitas medis yang lengkap, manajemen juga menyiapkan tenaga medis dan paramedis terlatih. “Baik dokter spesialis anak, perawat, dan bidan terlatih kami siapkan. Ini upaya kami menekan angka kematian bayi,” ujarnya.

Tak kalah pentingnya mempersiapkan ibu dalam menghadapi masa kehamilan agar ibu dan janin yang dikandungnya sehat. Untuk itu, RSUD Tongas sebagai ru­mah sakit rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat I berkomitmen menjalin komunikasi dan koordinasi secara intens dengan fasilitas-fasilitas kesehatan tingkat I. Hal ini dilakukan juga dalam rangka menjamin jejaring pelayanan yang paripurna mulai dari pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat I sampai di rumah sakit.

Sebagai penerima rujukan pelayanan pada ibu hamil dan bayi berisiko, RSUD Tongas siap menerima rujukan dan memberikan pelayanan sesuai standar. Salah satu program inovasi unggulan dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan mencegah stunting di RSUD Tongas adalah Kring Ciluk Baaa (Kontrol Sering Cegah Stunting dan Bayi Terlambat Berkembang).

“Konsep program dalam inovasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi ibu hamil berisiko dan terjadwal kontrol ke rumah sakit banyak yang tidak datang. Serta, bayi lahir yang berisiko hampir 85 persen tidak berkunjung untuk kontrol ke RSUD Tongas untuk mendapatkan pengobatan dan pemantauan tumbuh kembangnya,” ujar dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes.

Menurutnya, kegiatan ini memanfaatkan teknologi informasi. Yakni, petugas khusus RSUD Tongas yang sudah terlatih dan bersertifikat dalam public health speaking akan berkomunikasi langsung dengan masyarakat melalui aplikasi android.

“RSUD Tongas juga menyediakan ruangan khusus call center dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan program inovasi tersebut. Program ini juga membutuhkan sinergitas dengan Dinas Kesehatan yang membawahi puskesmas-puskesmas. RSUD Tongas akan bekerja sama dengan bidan-bidan desa untuk membantu komunikasi dengan masyarakat (bayi berisiko yang membutuhkan kontrol ke rumah sakit),” jelas dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes.

Program Kring Ciluk Baaa merupakan salah satu program Hospitality For Mom and Baby, bersama dengan Program Prenatal Gentle Yoga yang telah berjalan. “Dalam program Kring Ciluk Baaa ini, kami sedang mempersiapkan infrastrukturnya. Untuk SDM (sumber daya manusia) atau tenaga medis yang memiliki kemampuan komunikasi kepada masyarakat telah siap. Tinggal infrastruktur pendukungnya,” ujarnya.

Mantan kepala Puskesmas Maron ini mengatakan, program Kring Ciluk Baaa juga diharapkan bisa membantu memantau kesehatan ibu hamil. Tindakan itu sangat penting untuk menurunkan risiko kematian ibu dan bayi serta mencegah terjadinya stunting.

“Pencegahan stunting dengan program inovasi ini akan dimaksimalkan mulai saat bayi dalam kandungan, sehingga perlu bagi ibu hamil berisiko tinggi yang harus diperiksa oleh dokter spesialis untuk rajin memeriksakan kehamilannya,” ujarnya.

Di samping itu, RSUD Tongas juga mempunyai program Jemput Bola untuk mendatangi puskesmas-puskesmas dalam rangka transfer pengetahuan kepada tenaga kesehatan yang ada di puskesmas terkait penurunan AKI-AKB dan pencegahan stunting. (*/put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/