alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Entaskan Kemiskinan di Kab Probolinggo lewat Peningkatan Swadaya Pangan

DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan melalui peningkatan swadaya pangan. Dalam tahun ini misalnya, DKPP memiliki sejumlah program untuk meningkatkan ketahanan pangan. Terutama dalam memberikan sarana prasarana (sarpras) irigasi yang memadai.

Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarpras irigasi yang memadai. Mulai dari bendungan, saluran primer, saluran sekunder, dan saluran tersier, serta saluran tingkat usaha tani. Tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi yang ada.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang mengatakan, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari memberikan dukungan melalui kegiatan di bidang pertanian berupa sumber-sumber air. Fungsinya, meningkatkan swadaya pangan dan mengentaskan kemiskinan dengan mengangkat nilai petani.

”Melalui bantuan dan pembinaan kelompok, baik gabungan kelompok tani (Gapoktan), maupun HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) telah dilakukan,” katanya.

Nanang menjelaskan, kegiatan yang telah dilakukan DKPP tahun ini mulai dari pembangunan irigasi air tanah dangkal/menengah, dam parit, embung pertanian, jaringan irigasi, irigasi perpipaan/irigasi perpompaan, dan jalan produksi. ”Kami melakukan perbaikan atau peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk meningkatkan fungsi dan layanan irigasi. Sehingga, diharapkan mampu menambah luas areal tanam dan indeks pertanaman (IP),” harapnya.

Pembangunan sumber-sumber air, dikatakan Nanang, lingkup irigasi tanah menengah ada 10 titik unit. Di tiap titik telah dibangun satu unit rumah pompa, jaringan irigasi dan mesin pompanya. Ditambah perbaikan dam parit di delapan lokasi dan tiga titik embung pertanian. Yaitu, di Gading dua titik dan satu titik Bremi Krucil.

”Kalau rehab jaringan irigasi tersier ada di 12 lo­kasi. Irigasi perpompaan menengah, mendukung daerah hortikultura di Kuripan dan Sumber,” ujarnya.

Untuk bantuan sendiri, dikatakan Nanang, berupa alat mesin pertanian (alsintan). Selain pelatihan bagi petani, juga ada bantuan pompa air 10 unit. Di­tambah bantuan pupuk organik dan pestisida.

Untuk bantuan pupuk organik, pihaknya bekerja sama dengan kelompok pengelola pupuk organik. Caranya, pihaknya membeli pupuk organik yang dikelola kelompok dan dibantukan pada para petani.

”Dengan program ini, diharapkan bisa meningkatkan IP indeks pertanaman. Biasanya tanam padi sekali, diharapkan tanam dua atau tiga kali,” harapnya. (*/mas/hn)

DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan melalui peningkatan swadaya pangan. Dalam tahun ini misalnya, DKPP memiliki sejumlah program untuk meningkatkan ketahanan pangan. Terutama dalam memberikan sarana prasarana (sarpras) irigasi yang memadai.

Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarpras irigasi yang memadai. Mulai dari bendungan, saluran primer, saluran sekunder, dan saluran tersier, serta saluran tingkat usaha tani. Tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi yang ada.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang mengatakan, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari memberikan dukungan melalui kegiatan di bidang pertanian berupa sumber-sumber air. Fungsinya, meningkatkan swadaya pangan dan mengentaskan kemiskinan dengan mengangkat nilai petani.

”Melalui bantuan dan pembinaan kelompok, baik gabungan kelompok tani (Gapoktan), maupun HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) telah dilakukan,” katanya.

Nanang menjelaskan, kegiatan yang telah dilakukan DKPP tahun ini mulai dari pembangunan irigasi air tanah dangkal/menengah, dam parit, embung pertanian, jaringan irigasi, irigasi perpipaan/irigasi perpompaan, dan jalan produksi. ”Kami melakukan perbaikan atau peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk meningkatkan fungsi dan layanan irigasi. Sehingga, diharapkan mampu menambah luas areal tanam dan indeks pertanaman (IP),” harapnya.

Pembangunan sumber-sumber air, dikatakan Nanang, lingkup irigasi tanah menengah ada 10 titik unit. Di tiap titik telah dibangun satu unit rumah pompa, jaringan irigasi dan mesin pompanya. Ditambah perbaikan dam parit di delapan lokasi dan tiga titik embung pertanian. Yaitu, di Gading dua titik dan satu titik Bremi Krucil.

”Kalau rehab jaringan irigasi tersier ada di 12 lo­kasi. Irigasi perpompaan menengah, mendukung daerah hortikultura di Kuripan dan Sumber,” ujarnya.

Untuk bantuan sendiri, dikatakan Nanang, berupa alat mesin pertanian (alsintan). Selain pelatihan bagi petani, juga ada bantuan pompa air 10 unit. Di­tambah bantuan pupuk organik dan pestisida.

Untuk bantuan pupuk organik, pihaknya bekerja sama dengan kelompok pengelola pupuk organik. Caranya, pihaknya membeli pupuk organik yang dikelola kelompok dan dibantukan pada para petani.

”Dengan program ini, diharapkan bisa meningkatkan IP indeks pertanaman. Biasanya tanam padi sekali, diharapkan tanam dua atau tiga kali,” harapnya. (*/mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/